Program IB Plus Tingkatkan Taraf Hidup Peternak di Sinjai

Asikin, warga Dusun Serre, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, merupakan salah satu peternak yang merasakan manfaat beternak sapi. Dari hasil beternak sapi potong, ia dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai sekolah anak-anaknya

SINJAI, LINISIAR.ID – Potensi peternakan sapi di Kabupaten Sinjai memang cukup menjanjikan. Populasi sapi potong yang kini mencapai 145 ribu ekor pun praktis menumbuhkan ekonomi para peternak karena dengan beternak sapi, taraf hidup mereka lebih meningkat.

Asikin, warga Dusun Serre, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, merupakan salah satu peternak yang merasakan manfaat beternak sapi. Dari hasil beternak sapi potong, ia dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai sekolah anak-anaknya.

“Anak saya ada empat orang, dua sudah sarjana, semuanya saya biayai sekalahnya dari hasil penjualan sapi, Pak,” kata Asikin, Senin (16/11/2020).

Asikin beternak sapi menggunakan metode Inseminasi Buatan (IB). Dirinya pun sudah sering menjual sapi jenis limosin. Saat ini, ia masih memelihara beberapa ekor sapi hasil IB. “Yang satu ekor ini, sudah ada yang tawar Rp27 juta, Pak. Tapi saya belum mau jual,” kata Asikin sembari menunjuk seekor sapi limosin di kandang miliknya.

“Manfaat program IB Plus ini sudah benar-benar kami rasakan, kami berharap program ini terus dilanjutkan, terima kasih kepada Pak Bupati, terima kasih Dinas Peternakan,” tandasnya.

Peternak lain dari Kelompok Tani Taipa II, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Umar, juga mengaku bersyukur dengan adanya program IB yang dijalankan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai. Ia senang lantaran harga sapi yang lahir dari metode ini jauh lebih tinggi dibanding sapi biasa.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada pak Bupati (ASA) karena beliau membantu peternak di Sinjai melalui program IB Plus. Program ini banyak keuntungannya bagi kami, bayangkan saja kalau seekor sapi hasil IB yang baru berumur 7 bulan sudah bisa dijual dengan harga 13 rupiah, jelas jauh lebih tinggi dibanding harga sapi bali,” beber Umar.

Diketahui, Inseminasi Buatan Plus merupakan salah satu program unggulan yang sejalan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Sinjai yang sudah 2 tahun dinahkodai ASA.

Yakni meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan ketepatan alokasi investasi pembangunan melalui penciptaan iklim yang kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja. (*)