MAKASSAR, LINISIAR.ID — Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi emas terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah nasabah tabungan emas di Bank Syariah Indonesia (BSI).
Bank Syariah Indonesia mencatat total tabungan emas nasabah di Sulsel telah mencapai 49 kilogram per Desember 2025.
Selain itu, jumlah nasabah tabungan haji di Sulsel juga tercatat mencapai 302 ribu nasabah.
“Di Sulsel, nasabah yang cicil emas kami tumbuh 150 persen, gadai emas tumbuh 50 persen, tabungan emas kami juga tumbuh 691 persen dan tabungan emas kami tumbuh menjadi 49 kilogram naik 325 persen,” ujar Regional CEO (RCEO) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Region X, Sukma Dwie Priardi dalam temu media di UMKM Center BSI, Jumat (22/5/2026).
Menurut Sukma, peningkatan tersebut terjadi setelah BSI ditetapkan sebagai bank syariah berlisensi sekaligus bank emas.
BSI juga mencatat jumlah nasabah tabungan emas di Sulsel meningkat sebanyak 20.814 nasabah atau tumbuh 691 persen secara year on year (yoy).
Di sisi lain, jumlah nasabah tabungan haji di Sulsel meningkat menjadi 302.869 nasabah atau naik 23,6 persen.
“Kami BSI ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu dari dua bullion bank di Indonesia, tugas kami mengedukasi terkait dengan emas sebagai instrumen investasi, termasuk kepemilikan emas di Indonesia. Jadi kami terus melakukan edukasi tabungan emas,” jelas Sukma.
Ia menuturkan edukasi investasi emas diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga masyarakat.
BSI juga menggandeng pemerintah daerah untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menabung emas.
“Masyarakat bisa membeli emas di BSI dengan nominal Rp50 ribu, ini mudah sekali dengan menggunakan aplikasi Beyond by BSI, dimanapun dan kapanpun bisa menabung emas secara digital,” ungkapnya.
Secara nasional, BSI mencatat sebanyak 533,33 ribu nasabah memiliki e-emas dengan pertumbuhan mencapai 417 persen yoy.
Sementara itu, jumlah nasabah haji BSI secara nasional tumbuh 22 persen menjadi 6,63 juta nasabah.
Sukma juga menyampaikan kinerja BSI hingga kuartal I 2026 masih menunjukkan tren positif dan berkelanjutan.
Aset BSI tercatat tumbuh 14,7 persen, sedangkan pembiayaan meningkat 14 persen.
Selain itu, laba bersih BSI mencapai Rp2,20 triliun.
“Customer kami tumbuh menjadi 23,7 juta, agen kami juga naik jadi 129 ribu, ATM naik 9 persen atau 6.000 unit, penggunaan QRIS naik 17 persen,” tukasnya.












