PALOPO, Linisiar.id – Ketua TP PKK Kota Palopo dr. Hj. Utia Sari Judas, M.Kes mengikuti workshop nasional Kabupaten Kota Sehat (KKS) Regional II Tahun 2020 secara virtual di Ruang Bappeda Palopo pada Rabu, 9 September 2020.
Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH saat membuka acara menyampaikan, jika kita tidak memiliki komitmen yang kuat di jajaran pemerintah yang tidak melibatkan pemda dan masyarakat, maka akan sulit untuk mengalahkan pandemi Covid-19.
“Kita tidak akan berdamai dengan pandemi, kita akan perang melawannya dan protokol kesehatan adalah kuncinya. Kita tetap harus menjaga zona daerah masing-masing dan diusahakan berada di zona hijau,” kata Kirana,
“Karena dampak dari pandemi ini dapat kita rasakan, tidak hanya masalah kesehatan tapi juga masuk dalam wilayah sosial ekonomi. Mungkin juga akan mempengaruhi tingkat kriminalitas, sehingga protokol kesehatan di tempat kerja, tempat wisata, dan tempat ibadah harus dijalankan,” katanya.
“Menjadi komitmen global tahun 2015, pada waktu itu kita tidak memikirkan kemungkinan adanya pandemi besar seperti covid-19, karena ketika itu kita sudah mengalami kasus flu burung. Tapi jumlahnya tidak sebesar kasus sekarang ini, dimana banyak negara yang terpapar dan mempengaruhi beberapa sektor,” katanya.
Menurutnya, kabupaten/kota menjadi tumpuan, sehingga kabupaten/kota harus memikirkan bagaimana meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang dapat berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia terus meningkat yang saat ini sudah mencapai 71,92. Kabupaten/kota sehat menjadi sarana untuk meningkatkan IPM, walaupun masih ada beberapa daerah yang tingkat IPM kategori sedang dan juga ada yang rendah.
“Kita berharap dengan komitmen bersama, kolaborasi dan sinergi untuk mempererat forum kerjasama kota sehat yang melibatkan berbagai sector,” katanya. (*)












