Jaga Sapi Potong Tetap Sehat, DPKH Sinjai Siapkan Petugas di 8 Kecamatan

Asikin, warga Dusun Serre, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, merupakan salah satu peternak yang merasakan manfaat beternak sapi. Dari hasil beternak sapi potong, ia dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai sekolah anak-anaknya

SINJAI, LINISIAR.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai menyiapkan petugas di delapan kecamatan. Hal itu dilakukan untuk menjaga sapi potong tetap sehat.

Kepala DPKH Sinjai, Aminuddin Zainuddin mengatakan, pihaknya menempatkan dua orang petugas di setiap kecamatan, di luar Kecamatan Pulau Sembilan. Setiap tahun dilakukan pelayanan kesehatan hewan dan kartunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Namun jika peternak melaporkan hewannya sedang sakit, maka petugas peternakan yang ada di Kecamatan langsung turun melakukan pemeriksaan. “Biasa juga langsung ke Pusat Kesehatam Hewan (Puskeswan) di kantor peternakan,” jelasnya, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, pihaknya juga melahirkan terobosan untuk memudahkan pelaporan dari masyarakat. Cukup mengirim pesan ke nomor telepon seluler reserver yang sudah ada. Petugas langsung turun ke lokasi melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Nomor Hp (Handphone) sudah disebar ke desa-desa, jadi peternak yang sakit ternaknya cukup mengirim sms ke nomor tersebut,” bebermya.

Bukan hanya itu, langkah DPKH Sinjai lainnya guna memastikan sapi potong tetap sehat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum sapi potong dikirim keluar daerah. Baik ke Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Makassar, dan beberapa daerah lainnya di Sulsel.

Hal itu membuat permintaan sapi dari daerah terus stabil. Bahkan tahun 2019, mengalami over target dari 3 ribu ekor menjadi 3.100 ekor sapi.

“Makanya daerah lain suka beli sapi dari Sinjai karena diyakini sehat, ada surat kesehatan hewan yg dikeluarkan Dinas, setelah sapi diperiksa petugas,” kuncinya.(*)