SINJAI, LINISIAR.ID – Keberhasilan peternakan sapi di Kabupaten Sinjai tak lepas dari peran Petugas Peternakan Kecamatan (PPK).
Mereka kerap bermalam di rumah peternak demi memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan PPK Sinjai Selatan, Kaharuddin, Sabtu (28/11/2020).
Kaharuddin mengatakan kehadiran PPK di setiap kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai yang bertujuan memberi pelayanan kepada masyarakat khususnya kalangan peternak.
Suka duka dalam pelayanan peternakan telah banyak ia alami. Bahkan, Kahar, sapaan Kaharuddin, kerap bermalam di rumah peternak untuk memaksimalkan atau merampungkan suatu hal seperti kalau ada induk sapi bali yang hendak melahirkan pedet hasil Inseminasi Buatan (IB).
“Pedet (bayi sapi) pasti besar kalau hasil IB, makanya peternak harus dibantu proses kelahiran sapinya supaya bisa lahir dengan selamat,” jelasnya.
Selain itu, jika ada ternak yang dilaporkan sakit atau mati mendadak, Kahar pun harus langsung turun ke lapangan walaupun larut malam. Hal itu dilakukan agar mencegah penyebaran penyakit ke ternak sapi lainnya.
Termasuk mengatur jadwal khusus untuk melakukan vaksinasi guna mencegah potensi penyakit menyerang, memberi vitamin dan obat cacing agar sapi bisa berisi.
“Jadi tidak ada jadwal kerja kami, jika dibutuhkan pasti kami turun meski tengah malam. Ada kepuasan tersendiri jika mampu menyelesaikan tugas dengan baik,” tuturnya.
Bukan hanya itu, tugas PPK lainnya adalah menjalankan program kartunisasi sapi termasuk melakukan pendaftaran asuransi sapi dengan mendatangi rumah peternak.
Kendati demikian, dalam menjalankan tugasnya, Kahar aktif berkoordinasi dengan beberapa petugas peternakan lainnya seperti inseminator, petugas kebuntingan, dan penyuluh.
“Satu kali kami turun langsung semua elemen memberi pelayanan inseminator maju jika ada sapi mau dimasukkan IB. Petugas kebuntingan memeriksa kehamilan ternak dan penyuluh memberi edukasi,” terangnya.
Kahar mengaku semua upaya itu dilakukan karena ingin membantu pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi di Sinjai. Termasuk membantu masyarakat dalam meingkatkan pendapatannya.
Menurutnya, program Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), ingin menjadikan Sinjai sebagai sentra peternakan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sangat tepat karena peternakan sapi merupakan salah satu investasi paling menjanjikan.
Masyarakat bisa membangun rumah, membeli kendaraan, sekolahkan dan nikahkan anak dari jual beli sapi.
“Makanya masyarakat banyak datang kalau ada penyuluhan atau pelayanan kesehatan hewan dibandingkan pelayanan kesehatan masyarakat karena peternakan menjanjikan” tutupnya.
Kahar telah melakoni tugas sebagai PPK selama 20 tahun. Tahun 1999 hingga 2009, dia ditugaskan di Kecamatan Tellu Limpoe. Lalu tahun 2010 sampai saat ini bertugas di Kecamatan Sinjai Selatan.(*)












