Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas di Gunung, Calon Kuat Presiden Korsel

Wali Kota Seoul, Park Won-soon
Bagikan

KORSEL, Linisiar.id – Kabar duka datang dari Negeri Gingseng, Korea Selatan (Korsel). Wali Kota Seoul, Park Won-soon, ditemukan tewas setelah tujuh jam sebelumnya dinyatakan hilang, Jumat (10/7/2020).

Putri Park melaporkan ayahnya hilang, setelah menemukan sebuah pesan dari sang ayah di rumah mereka.

Park dilaporkan hilang pada Kamis (9/7/2020) sore waktu setempat. Putri Park mengatakan, ayanya meninggalkan sebuah pesan seperti wasiat dengan kondisi telepon seluler (ponsel) tidak aktif.

Setelah menerima laporan itu, petugas keamanan bergerak cepat. Sebanyak 770 personel polisi, petugas pemadam kebakaran, dan ambulans dikerahkan untuk mencari pria berusia 64 tahun itu.

Kerja keras pihak kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Jenazah Park ditemukan di Gunung Bukak, Seongbuk-gu.

CNN memberitakan, pejabat departemen Kejahatan Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengatakan, tidak ada catatan bunuh diri yang tertinggal, dan barang-barangnya ditemukan di dekat korban.

Jenazah korban ditemukan, setelah sinyal ponsel terakhirnya terdeteksi di Seongbuk-gu.

Belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab tewasnya sang wali kota.

Jabatan Wali Kota Seoul dianggap sebagai yang paling berkuasa kedua setelah Presiden Korea Selatan. Pada saat hilang, Park dilaporkan tidak masuk kantor karena alasan kesehatan dan agenda rapat termasuk dengan pejabat kepresidenan pun dibatalkan.

Lahir pada tahun 1956, di Provinsi Gyeongsang Selatan Korea Selatan, Park pernah berkarier sebagai jaksa penuntut. Dia menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Rakyat untuk Demokratisasi Partisipatif, sebuah LSM besar, selama beberapa tahun.

Dia juga pernah menjadi aktivis HAM dan menjabat Wali Kota Seoul sejak 2011. Park dinilai sebagai harapan bagi kaum liberal negara itu dalam Pemilihan Presiden Korsel 2022.

Ketika Park terpilih dalam kemenangan besar melawan partai yang berkuasa hampir satu dekade lalu, hal itu memicu kegembiraan publik. Kemunculannya yang tak terduga dipandang sebagai tanda bahwa Korea Selatan bosan dengan politik tradisional.

Mantan pengacara hak asasi manusia itu mencalonkan diri secara independen tetapi menjalin aliansi dengan partai-partai oposisi.

Dia memperjuangkan proyek-proyek kesejahteraan kota dan menjadi simbol reformasi di kota Seoul yang pada tahun 2019 memiliki populasi sekitar 10 juta.

Park terpilih kembali sebagai wali kota pada tahun 2014 dan kembali pada tahun 2018. Masa jabatannya akan berakhir tahun 2022.

Park disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Presiden Korea Selatan, pengganti Moon Jae-in pada Pilpres 2022.

Pria ini memiliki latar belakang yang sama dengan Moon, sebagai aktivis mahasiswa di masa diktatoran militer Korsel, kemudian menjadi seorang pengacara HAM. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *