Walau Pandemi Covid-19, Investasi Ternak Sapi di Sinjai Tetap Lancar

SINJAI, LINISIAR.ID – Investasi peternakan sapi di Kabupaten Sinjai tetap bertahan di masa pandemi Covid-19. Harga sapi tetap stabil dan menggiurkan.

Hal tersebut disampaikan oleh peternak sapi di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Muhammad Saleh.

Menurutnya, penjualan sapi tidak terpengaruh dengan dampak wabah virus korona. Permintaan sapi dari luar daerah tetap seperti biasa sebelum bencana non alam ini melanda.

Baik permintaan sapi potong maupun anak sapi atau pedet. “Alhamdulillah penghasilan kami tetap lancar, peternakan sapi tetap menumbuhkan pendapatan kami,” kata Saleh.

Saat ini, harga sapi mulai dari Rp 5 juta hingga Rp40 juta. Hal ini membuat peternak termotivasi untuk bertahan pada usaha peternakan ini.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Aminuddin Zainuddin menyebut, 90 persen sapi potong asal Sinjai dikirim ke Kalimantan Timur. Selebihnya di Kota Makassar dan beberapa daerah lainnya.

Hal ini membuat investasi ternak sapi tetap menggiurkan meski di tengah pandemi. “Penjualan sapi tetap stabil makanya peternak kita tetap sejahtera meski di tengah pandemi,” bebernya.

Dikatakan bahwa hingga Juni ini sudah mencapai 142 ribu ekor populasi yang tersebar di delapan kecamatan dengan rata-rata setiap tahun kelahiran 4000. (*)