Jumat, Oktober 22, 2021

Tingkatkan Keterampilan Orang Tua Demi Lindungi Anak dari Konten Pornografi

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 September 2021 di Palopo, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi” ini diikuti oleh 419 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Dipandu Desi Dwi Jayanti sebagai moderator, empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Vice President Satu Tampa dan dosen Universitas Teknologi Sulawesi Utara, Lady Grace Jane Giroth; Co-Founder TheAgencyES dan Frodigi Digital Agency, Andika Fachrozi Muhadi; Public Speaker dan Duta Wisata Indonesia 2017 sekaligus Owner @mydearscarf, Indira Salsabila Ayuwibowo; serta Editor in Chief Journal of Behaviour and Mental Health, Nur Evira Anggrainy. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Hadir selanjutnya sebagai pemateri pembuka adalah Lady Grace Jane Giroth yang menyampaikan tema “Keterampilan Digital dan Belajar Secara Online”.

Menurut dia, sejumlah tantangan yang perlu dihadapi orang tua di era digital, di antaranya kemudahan akses internet, bebas daring tanpa aturan, anak zaman sekarang tahu lebih banyak dari orang tua, serta konten atau tayangan kekerasan yang mudah ditiru anak.

“Orangtua seharusnya lebih jago internet dari anak-anaknya agar bisa menyaring aplikasi mana saja yang boleh diakses,” ujarnya.  

Selanjutnya, Andika Fachrozi Muhadi menyampaikan paparan berjudul “Bahaya Pornografi”. Ia mengatakan, peran orang tua sangat penting untuk melindungi anaknya terhadap potensi paparan pornografi di internet. Sebab, bahaya pornografi bagi anak cukup serius, mulai dari menurunnya fungsi otak, mengganggu komunikasi, gampang berperilaku kasar, hingga mudah berimajinasi terkait seksualitas. Sedangkan cara menghindarinya dapat dilakukan lewat pendidikan seks serta membuka komunikasi efektif.

“Kita butuh teknologi dalam parental control pada gawai, sehingga dapat meminimalkan efek negatif konten tersebut,” jelas dia.  

Pemateri ketiga, Indira Salsabila Ayuwibowo, memaparkan materi bertema “Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, dampak kecanduan gawai pada anak, diantaranya gangguan perkembangan kognitif, sulit bersikap empati, kelebihan berat badan, malas berpikir, gangguan perilaku, serta ada masalah fisik di bagian tubuh tertentu.

“Orangtua bisa membuat aturan penggunaan gawai di rumah dan harus mampu luangkan waktunya untuk aktivitas bersama anak tanpa gadget,” imbuhnya.  

Adapun Nur Evira Anggarainy, sebagai narasumber terakhir, mengusung paparan berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet yang Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah mengamanatkan agar orang tua memberikan kebutuhan sang anak baik lahir maupun batin, termasuk memberikan pendidikan karakter yang baik di dunia digital sekaligus perlindungannya.

“Pasang parental control software untuk memantau aktivitas anak di internet,” tutur dia.

Acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh Desi Dwi Jayanti. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih. 

Salah satu peserta, Haris Lukmanto, bertanya tentang upaya apa yang harus dilakukan untuk menghindarkan diri dan anak akses konten pornografi. Menanggapi hal tersebut, Andika Fachrozi bilang, pemerintah telah berupaya dengan memblokir konten pornografi, namun, perlu kesadaran pribadi untuk menjauhkan konten tersebut dari akses anak-anak misalnya dengan membatasi pemakaian internet. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

 

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru