Kemendikdasmen Gaungkan Deep Learning, Guru Diminta Adaptif di Era Digital

Laksmi Dewi menyampaikan materi tentang pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Forum Komunikasi Publik Kemendikdasmen di Aula Siporio, Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Laksmi Dewi menyampaikan materi tentang pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Forum Komunikasi Publik Kemendikdasmen di Aula Siporio, Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Laksmi Dewi menegaskan pembelajaran mendalam atau deep learning harus menjadi arah baru pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

Menurutnya, proses belajar di sekolah tidak lagi cukup hanya berfokus pada hafalan materi, tetapi perlu mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, hingga pemecahan masalah peserta didik.

Pernyataan itu disampaikan Laksmi dalam kegiatan Forum Komunikasi Publik bertema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” yang diselenggarakan Kemendikdasmen di Aula Siporio Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Laksmi, pembelajaran mendalam memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk memahami konsep secara utuh dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak perlu belajar memahami, bukan sekadar mengingat. Pendidikan harus melatih kemampuan berpikir dan membangun karakter yang kuat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Guru, kata dia, dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital.

Selain itu, Laksmi mengingatkan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga pemerintah daerah.

Forum Komunikasi Publik tersebut dibuka secara daring oleh Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur pendidikan di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Yudhistira menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan pendidikan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan mudah dipahami terkait kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Komunikasi publik tidak lagi cukup berjalan secara satu arah. Pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang aktif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital,” katanya.

Yudhistira juga memaparkan pendekatan Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi (SIMI) yang kini menjadi strategi komunikasi publik di lingkungan Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen.

Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui penyampaian informasi yang cepat, edukatif, dan solutif.

“Komunikasi publik harus hadir bukan hanya saat program diluncurkan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan penjelasan, pendampingan, hingga solusi terhadap persoalan pendidikan,” ujar Yudhistira.

Ia menjelaskan, tahap sosialisasi bertujuan memperkenalkan program pemerintah secara menyeluruh kepada masyarakat. Tahap informasi menitikberatkan pada penyediaan data dan penjelasan yang valid agar publik tidak mudah terpengaruh hoaks maupun disinformasi.

Sementara itu, mitigasi dilakukan untuk mencegah munculnya kesalahpahaman atau potensi konflik akibat informasi yang tidak utuh. Adapun intervensi dilakukan ketika pemerintah perlu turun langsung menyelesaikan persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada komunikasi yang baik. Ketika masyarakat memahami tujuan program, maka dukungan publik juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Sesi berikutnya menghadirkan Pelatih Ahli Teknologi dari Pusat Data Informasi, Gamal Abdul Rohim yang membawakan materi tentang sosialisasi Program Rumah Pendidikan.

Gamal menjelaskan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Kemendikdasmen untuk memperluas akses layanan pendidikan.

“Program Rumah Pendidikan ini dirancang sebagai platform layanan pendidikan terpadu yang mendukung proses belajar, manajemen sekolah, hingga pengembangan kompetensi guru,” ujarnya.

Menurut Gamal, pemanfaatan teknologi digital mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

“Teknologi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Karena itu, pemerintah terus mendorong integrasi layanan pendidikan berbasis digital,” tambahnya.

Ia juga menyebut platform digital pendidikan akan membantu sekolah memperoleh data yang lebih akurat dan memudahkan proses pengambilan kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Selain mendukung pembelajaran, digitalisasi pendidikan dinilai membuka peluang kolaborasi lebih luas antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah.

Sementara itu, materi mengenai budaya sekolah aman dan nyaman disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Madya Pusat Penguatan Karakter, Dina Ayu Mirta.

Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Menurut Dina, sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri tanpa rasa takut.

“Sekolah yang aman dan nyaman akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menghargai sesama,” katanya.

Dina juga mengajak seluruh satuan pendidikan memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat dalam membangun budaya positif di sekolah.

Forum komunikasi publik tersebut berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait implementasi kurikulum, transformasi digital pendidikan, hingga strategi membangun komunikasi publik yang efektif di bidang pendidikan.

Panitia kegiatan menilai forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

Melalui kegiatan itu, Kemendikdasmen berharap seluruh pemangku kepentingan memahami arah kebijakan pendidikan sekaligus berpartisipasi aktif mendukung program strategis pemerintah. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *