Perkuat Peran Pemuda, Wagub Sulsel Luncurkan Percontohan Korporasi Pertanian di Sidrap

SIDRAP, Linisiar.id – Penguatan peran KUB sebagai kelembagaan pemuda, mendorong korporasi petani guna meningkatkan produksi dan melipatgandakan keuntungan ekonomi.

Sistem korporasi petani mengharuskan keterlibatan generasi muda di bidang keilmuan dan keterampilannya, sebab berpotensi mendapatkan penghasilan.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, ST dalam launching Gerakan Korporasi Penanaman Jagung, Kabupaten Sidrap, Minggu (26/7/2020).

Launching Korporasi Penanaman Jagung di lahan 350 Ha di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) juga dihadiri Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf, ST, unsur Muspida Kabupaten Sidrap, ketua-ketua KUB se-Kecamatan Pitu Riase, ketua Gapoktan, dan kelompok tani.  

Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, gerakan ini akan menjadi percontohan di Sulawesi Selatan.

Kehadiran generasi muda yang paham teknologi, memiliki modal keilmuan, dan kemampuan inovasi akan menjawab berbagai tantang dan persoalan yang dihadapi petani dari hulu hingga hilir.

“Kita mulai percontohan  gerakan korporasi penanaman jagung di lahan 350 ha oleh KUB dan akan kita dorong anak muda di semua kabupaten,” kata wagub, sesuai rilis.

“Gerakan korporasi pertanian kita mulai dari Pitu Riase Sidrap melalui KUB 99 sebagai lembaga generasi muda Sidenreng Rappang,” tambahnya.

Menurutnya, potensi ekonomi di sektor pertanian yang menjadi fundamen ekonomi Sulsel belum maksimal, karena petani bekerja sendiri-sendiri.

Ia yakin, dengan sistem korporasi yang dikelola oleh anak-anak muda untuk melayani kebutuhan petani, maka  semua persoalan mulai dari tahap budi daya sampai pemasaran hasil panen dapat teratasi.

Dijelaskan, kehadiran generasi muda dalam menjalankan sistem korporasi pertanian dapat mempercepat penerapan teknologi dari olah tanah, penanaman, perawatan sampai pengolahan hasil pertanian.

Sebagai informasi, gerakan ini merupakan upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi dan penghasilan petani dengan pola kemitraan antara kelembagaan tani dan lembaga usaha lainnya baik swata maupun pemerintah.

Dengan gerakan korporasi ini diharapkan segala kebutuhan petani baik lahan, sarana, prasarana hingga kepastian harga produk pertanian dapat tersedia dengan mudah dan ekonomis. (*)