Sabtu, Oktober 16, 2021

Orangtua Harus Cakap Digital Demi Lindungi Anak dari Konten Pornografi

Populer

BANGGAI, Linisiar.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 September 2021 di Banggai, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan  tema “Lindungi Diri dari Bahaya Pornografi” dihadiri oleh 607 peserta dari berbagai kalangan.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Ketua Sekolah SMA & Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini; narablog & ASN, Ndy Pada; Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Andi Akifah; psikolog pendidikan & remaja, Sukma Prawitasari. Sedangkan moderator yaitu Karmila.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Kemudian, Syam Zaini sebagai pemateri pertama hadir menyampaikan tema “Keterampilan Digital dan Belajar Secara Online”.

Menurut dia, kecakapan digital dapat mendorong warganet berpikir kritis, kreatif, inovatif, memecahkan masalah secara bijaksana, berkomunikasi efektif, serta berkolaborasi dengan banyak pihak. Selain itu, seorang pendidik yang cakap juga dapat membuat kelas virtual dengan memanfaatkan aplikasi, platform, serta konten untuk pembelajaran siswa.

“Kecakapan literasi yang buruk dapat mengakibatkan gangguan pada psikologis remaja, karena emosinya yang belum stabil,” ujarnya.

Selanjutnya, Ndy Pada menyampaikan paparan berjudul “Belajar Daring Versus Konten Pornografi”. Ia mengatakan, beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua untuk melindungi gawai anak dari hal negatif antara lain, menyaring hasil vulgar dengan menggunakan fitur Safe Search dan Restricted Mode, serta mengaktifkan aplikasi Parental Control. Selain itu, orangtua juga harus mengenalkan prinsip internet sehat kepada anak sekaligus meningkatkan kapasitas pengetahuannya.

“Orang tua adalah role model, anak adalah cerminan,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Andi Akifah, memaparkan materi bertema “Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, jumlah aduan kasus pornografi dan cybercrime meningkat setiap tahunnya, yakni sebanyak 322 kasus pada 2014 menjadi 679 kasus pada 2018 silam. Oleh sebab itu, orangtua harus dapat menyiapkan aplikasi yang aman pada gawai anak agar terhindar dari konten pornografi. Misalnya, Youtube Kids, Kiddle, Messenger Kids, dan aplikasi edukasi lainnya.

“Orang tua harus mau meng-upgrade kemampuan teknologi informasinya,” tutur dia.

Adapun Sukma Pratiwi, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Internet di Keluarga”. Ia mengatakan, kebutuhan anak akan internet dibedakan berdasarkan kategori usianya, yakni untuk belajar, hiburan, serta meningkatkan keterampilan. Sehingga, orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anak akan tanggung jawab maupun resiko dari internet.

“Buat kesepakatan antara orangtua dan anak dalam pemakaian internet, pendampingan, dan kontrol. Orang Tua juga harus menjadi contoh bagi anaknya,” jelas dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Salah satu peserta, M Ilham, bertanya tentang bagaimana kiat membuat konten yang menarik dan bermanfaat untuk generasi muda. Menanggapi hal itu, Andi Akifah bilang, fenomena profesi Youtuber sekarang memacu generasi muda untuk turut berkontribusi membuat konten menarik dan mendidik. Namun, banyak juga tayangan di aplikasi tersebut yang tidak bermanfaat.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru