JAKARTA – Sebuah kapal phinisi megah berlayar di tengah kota Jakarta, bukan di lautan. Phinisi milik Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini sukses mencuri perhatian di Karnaval Kemerdekaan RI ke-80.
Melintasi Monas hingga Bundaran HI, kapal ini bukan sekadar kendaraan hias, tapi simbol kuat kedaulatan pangan dan kekayaan bahari Indonesia.
Puncak kehebohan terjadi saat phinisi melintas di depan panggung utama. Presiden Prabowo yang menyaksikan dari panggung, tak kuasa menahan diri untuk ikut berjoget, disambut sorak riuh warga yang memadati sepanjang jalan.
Di atas kapal, suasana tak kalah meriah. Ribuan warga ikut bernyanyi bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Sudaryono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, dan Wakil Menteri Didit Herdiawan. Mereka semua larut dalam euforia perayaan kemerdekaan.
Mentan Amran, yang ikut memimpin rombongan, menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong untuk menjaga ketahanan pangan.
“Sudah delapan dekade Indonesia merdeka, ini bukti bangsa kita makin matang mengelola kekayaan alamnya,” ujarnya.
“Lewat karnaval ini, kami ingin tunjukkan bahwa pangan dan laut adalah fondasi utama bangsa.”
Antusiasme warga terasa begitu kental. Budi (35), salah satu warga, merasa bangga melihat kreativitas kapal phinisi tersebut.
“Kapal dari Kementan ini unik sekali, benar-benar gambarkan Indonesia kaya hasil tani dan laut. Bangga melihat semangat kemerdekaan disatukan dengan semangat pangan,” katanya.
Respons positif juga membanjiri media sosial. Bahkan, Presiden RI turut membagikan momen phinisi ini di akun Instagram pribadinya, menuai banyak komentar hangat.
“Semoga ini pertanda karnaval Kementan jadi favorit Presiden,” tulis Syarifah, seorang warganet.
Selain phinisi, kemeriahan karnaval juga dimeriahkan stan UMKM, permainan tradisional, dan beragam penampilan seni budaya. Semua elemen ini menegaskan keragaman Indonesia.
Di akhir acara, Mentan Amran berjanji bahwa semangat perayaan ini akan jadi motivasi untuk terus menciptakan kebijakan yang pro-petani dan pro-nelayan. Tujuannya satu: Indonesia berdaulat dan sejahtera. (*)












