Desa Gunung Perak dan Barania di Sinjai Tawarkan Potensi Susu Sapi Perah

ilustrasi (sumber; sains.kompas.com)

SINJAI, LINISIAR.ID – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Aminuddin Zainuddin, mengaku akan selektif dalam menjajaki kerja sama dengan pihak lain.

Pasalnya, beberapa tahun lalu, Pemkab Sinjai merasa rugi dengan hasil kerja sama susu sapi asal Sinjai dengan oknum pengusaha asal Makassar.

Saat itu Pemkab Sinjai hasil olahan susu sapi perah dari Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, yang dijual kepada pengusaha susu di Makassar tersebut belum membayar susu sapi perah tersebut.

“Uang kita dari oknum pengusaha di Makassar belum kita ambil sampai sekarang. Pengusahanya hilang tak ada kabar,” kata Aminuddin dalam keterangan persnya, Minggu (8/11/2020).

Dari pengalaman itu, dinas peternakan setempat akan lebih hati-hati dalam menjalin kerja sama pengembangan susu sapi perah dengan pihak perusahaan atau pengusaha tertentu.

Dijelaskan Sinjai memiliki potensi pengembangan susu sapi perah yang dikembangkan di dua desa yaitu Desa Gunung Perak dan Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat.

Selain itu, Kabupaten Sinjai juga memiliki potensi sebagai daerah penghasil sapi pedaging seperti jenis limosin dan simental.

Hal ini karena Sinjai merupakan daerah dengan populasi ternak sapi terbanyak di Sulsel yang menempati urutan ketiga setelah Bone dan Gowa.

Sinjai saat ini memiliki 140 ribu populasi sapi jenis sapi bali dan sapi simental, limosin. Selain itu, dari sisi rasio kepadatan sapi, Sinjai malah yang tertinggi.(*)