Dengan Listrik Peternak Berhemat

Bagikan

GOWA, LINISIAR.ID – Selama 2023 PT PLN (Persero) mencatat, jumlah pelanggan Program Electrifying Agriculture (EA) di Sulawesi Selatan dan Barat, telah mencapai 3.340 sambungan, dengan total daya tersambung sebesar 186.138 kVA (kilo VoltAmpere).

Menurut General Manager PLN UID Sulselrabar, Moch Andy Adchaminoerdin, Program EA juga menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui sektor ketenagalistrikan.

“Melalui Program EA, PLN berkomitmen mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional yang meningkatkan keuntungan. Program EA merupakan inovasi PLN dalam mengajak para pelaku di sektor agrikultur untuk beralih menggunakan alat-alat dan mesin produksi berbasis listrik sehingga lebih maju, efisien dan ramah lingkungan,” urai Andy.

Berkat tingkat efisiensi yang baik, salah satu peternak ayam kandang tertutup di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Mustakim kembali melakukan pasang baru listrik PLN sehingga total daya terpasang sebesar 210,5 kVA.

Pelanggan industri peternakan ayam yang telah menggunakan listrik PLN sejak tahun 2022 tersebut mengungkapkan, kunci keberhasilan dalam mengelola peternakan ayam adalah menjaga suhu tubuh ayam.

“Menjaga suhu kandang menggunakan peralatan elektronik seperti kipas _blower,_ penghangat ruangan dan lampu bertujuan meningkatkatkan performa produksi ayam telur maupun pertumbuhan ayam daging,” ujar Mustakim.

“Penggunaan listrik, jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan genset. “Jika harus menggunakan genset untuk mengoperasikan kipas blower, penghangat ruangan dan lampu kami membutuhkan rata-rata 3.600 liter solar atau setara sekitar Rp32 juta per bulannya,” sambungnya.

Tercatat dengan menggunakan listrik, Mustakim hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp7 juta per bulannya untuk operasional peternakan kandang tertutupnya.

“Setelah menggunakan listrik, kami dapat mengoptimalkan produksi yang tadinya panen membutuhkan waktu 28 hari kini hanya membutuhkan waktu 22 hari sehingga dari sisi efektifitas waktu lebih singkat dan omzet kami pun otomatis meningkat,” pungkas Mustakim. (**)