JAKARTA, Linisiar.id – Keluarga atau teman ingin meminjam uang merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di Indonesia. Namun, hal ini ternyata bisau menimbulkan masalah.
Hasil sebuah studi baru-baru ini menunjukkan, lebih dari sepertiga responden mengatakan bahwa uang adalah penyebab utama gesekan dalam hubungan mereka, termasuk dengan keluarga.
Salah satunya adalah adanya anggota keluarga atau teman yang terus-menerus meminjam uang. Kadang-kadang Anda ingin menolaknya, tapi merasa tidak enak karena khawatir menyinggung atau menimbulkan konflik.
Kalau begitu, apakah sebaiknya Anda menolak keluarga atau teman dekat yang ingin meminjam uang?
Moneyqanda.com melansir beberapa tips menghadapi keluarga yang ingin pinjam uang, sebagai berikut:
1. Cari tahu latar belakangnya
Jika anggota keluarga atau teman menghemat uang tetapi mereka mengalami krisis yang tidak terduga seperti berobat, kecelakaan mobil yang tidak diasuransikan, bencana rumah, dan lain-lain, maka Anda layak membantunya. Sebab, mereka memiliki rekam jejak stabilitas keuangan yang bagus.
Sebaliknya, jika seseorang terlilit utang kartu kredit dan terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi, bahkan mengandalkan utang untuk menyambung hidup meski punya gaji, kemungkinan mereka tidak akan membayar pinjaman pada Anda.
Mereka jelas tidak memiliki keterampilan mengatur keuangan sendiri.
Jika mereka memaksa meminjam uang, Anda memiliki beberapa pilihan: menyiapkan sistem pembayaran (misalnya, kontrak), menawarkan mereka sumber daya non-moneter (situs web pekerjaan, tumpangan ke tempat kerja, dll), atau dengan tegas menolak.
2. Cari tahu alasan meminjam uang
Mungkin mereka baru saja kehilangan pekerjaan, sementara tabungan habis untuk berobat. Mereka mungkin benar-benar membutuhkan bantuan hanya untuk menjalani masa sulit ini.
Namun, Anda haru tetap hati-hati, setiap orang memiliki alasan yang sangat bagus untuk meminjam uang.
3. Tawarkan kontrak tertulis
Jika seseorang benar-benar membutuhkan uang tapi tak punya kartu kredit atau tidak memenuhi syarat untuk pinjaman di bank, Anda boleh membantu mereka dengan syarat.
Sebagian besar orang langsung menolak kontrak tertulis pada pinjaman keluarga atau teman. Tapi, itu kadang-kadang perlu untuk melindungi diri Anda dari kesulitan menagih.
Mereka harus setuju membayar lunas (atau setidaknya sebagian) dalam jangka waktu yang wajar. Ini adalah pilihan yang tidak nyaman bagi beberapa orang, tetapi jika ini bisa jadi alternatif jika Anda tak bisa menolak.
4. Harus berani katakan “tidak”
Bila situasi keuangan Anda sedang tidak baik, menolak permintaan utang adalah jalan terbaik dari masalah yang berpotensi panjang.
Tidak perlu berbohong kepada mereka, cukup katakan, “Saya harus melunasi kartu kredit dan pinjaman saya” atau “Saya sedang menabung untuk sekolah, saya minta maaf” atau apa pun yang berkaitan dengan situasi Anda saat ini.
Mengatakan “tidak” kepada anggota keluarga memang mungkin sangat sulit bagi sebagian orang, terutama jika dia adalah orang yang membantu Anda sejak lama. Namun, jangan membuat keuangan Anda berisiko hanya karena rasa bersalah.
Reaksi mereka mungkin tidak menyenangkan ketika Anda pertama kali menolaknya, tetapi ketidaknyamanan ini akan hilang.
Sebaliknya, jika Anda memberi pinjaman uang pada keluarga atau teman yang berisiko lalu bermasalah ketika harus mengembalikannya, ini bisa merusak hubungan Anda.
Karena itu, langsung mengatakan “tidak” mungkin justeru lebih baik daripada skenario alternatif. (*)










