Anggaran Rp1 T untuk Budidaya Pisang Dinilai Aneh di Tengah Defisit Anggaran

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Program budidaya pisang yang dicanangkan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin dengan anggaran sebesar Rp1 triliun dinilai aneh, lantaran kontradikif dengan pernyataannya sendiri, menyebutkan, daerah yang baru dipimpin sebulan belakangan mengalami kebangkrutan, lantaran defisit anggaran senilai Rp1,5 triliun.

Sementara, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel 2024, Pemprov Sulsel diperkiraan hanya mampu membayar utang Rp1,2 triliun. Artinya, Sulsel  masih punya utang Rp500 miliar lebih, dengan potensi utang  Rp1,1 triliun.

Penilaian itu disampaikan mantan anggota DPRD Kota Makassar Irwan ST. Menurutnya, pernyataan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar itu, kontradiktif antara penyataan dan perbuatan. Lantaran sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel menyatakan Sulsel bangkrut akibat defisit anggaran, tapi Bahtiar mencanangkan program baru di Sulsel.

Program baru tersebut yaitu Budidaya Pisang  jenis cavendis dan kepok tanjung/barangan, di sejumlah kabupaten, seperti Luwu, Luwu Timur, Bulukumba, Wajo, Soppeng, Maros, Takalar, Pinrang, Sidrap, Jeneponto dan Bone. Untuk program tersebut, anggarannya sekitar Rp1 triliun.

Bagi Irwan terasa aneh, saat anggaran defisit. “Aneh dan kontradiktif menurutku. Sebut tidak ada uang tetapi membuat penganggaran baru yang cukup besar,  yaitu budidaya pisang sebesar Rp1 triliun,” ungkap Irwan.

Dia pun meminta Pj Gubernur Sulsel, bekerja dengan baik dan tidak membuat keluhan yang nantinya membuat publik menganggap kepemimpinannya lemah dan tidak bisa bekerja.

“Sebaiknya Pj Gub (Sulsel) bekerja aja dengan baik, jangan hanya bisa mengeluarkan keluhan sana sini, menunjukkan ketidakmampuannya,” tandas Irwan (*)

```