JAKARTA, Linisiar.id – Dari 18 klub peserta kompetisi Shopee Liga 1 2020, ternyata 11 tim diantaranya menginginkan kompetisi dihentikan secara permanen atau dibatalkan.
Kompetisi Liga 1 2020 yang diikuti klub-klub top Indonesia dihentikan sementara sejak Maret lalu, karena pandemi virus corona. Ketika dihentikan, semua klub baru melakoni tiga pertandingan.
Keinginan 11 klub agar Liga 1 2020 dihentikan permanen mengemuka setelah para petinggi klub rapat virtual dengan pengurus PSSI, Rabu, (27/5/2020).
Selain melibatkan perwakilan klub, rapat virtual ini juga dihadiri oleh pengurus PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1 2020.
Rapat virtual yang diprakarsai PSSI ini bertujuan untuk mencari opsi terbaik mengenai nasib kompetisi Liga 1 2020, apakah dilanjutkan atau harus dihentikan.
Hasilnya, sebanyak 11 perwakilan klub memilih kompetisi dihentikan permanen.
Sementara satu klub memilih abstain dan enam lainnya menginginkan agar kompetisi dapat kembali dilanjutkan.
Salah satu klub yang kabarnya memilih opsi kompetisi tahun 2020 dihentikan atau dibatalkan adalah PSM Makassar. Padahal, performa PSM di awal musim lumayan bagus.
PSM yang saat ini dilatih Bojan Hodak mampu bersaing di papan atas klasemen sementara dengan catatan sekali menang dan dua kali sering di awal musim.
Klub elite lainnya yang ingin kompetisi dihentikan adalah Madura United. Salah satu pertimbangannya adalah agar PSSI dapat berkonsentrasi penuh untuk merencanakan program-program berikutnya di tahun 2021.
Menurut mereka, jika kompetisi dipaksakan kembali dilanjutkan maka PSSI akan mengalami kesulitan. Sebab selain Liga 1, ada pula kompetisi Liga 2 dan Liga 3.
Informasi dari beberapa sumber menyebutkan, 11 klub yang menginginkan Liga 1 2020 dihentikan atau dibatalkan adalah Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putra, Persita Tangerang, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan PSS Sleman. (*)












