Warga Bantaeng Arak Bendera Sepanjang 74 Meter

Bagikan

https://youtu.be/nV3cpXtmHls

BANTAENG, Linisiar.id – Beragam cara dilakukan dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke merayakan hari bersejarah dengan gegap gempita.

Seperti yang digelar ratusan pemuda di Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Bertempat di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang merupakan desa terjauh di kabupaten berjuluk Butta Toa itu. Sedikitnya 350 pemuda mengarak bendera sepanjang 74 meter. Mereka berjalan kaki dari pelosok Desa Bonto Lojong menuju Lapangan Hitam Pantai Seruni, Sabtu (17/8/2019).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Aliansi Pemuda Uluere bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri dan segenap warga masyarakat.

Sebanyak 350 relawan berpartisipasi, berasal dari berbagai daerah. Baik di Bantaeng sendiri maupun dari Kabupaten Selayar, Bulukumba bahkan ada yang berasal dari Maluku dan Nusa Tenggara.

“Pada momen ini kita ingin berbagi rasa merdeka, agar masyarakat awam yang selama ini berpikir bahwa peringatan hari merdeka hanya untuk PNS, TNI dan POLRI bisa merasakan bahwa kemerdekaan sesungguhnya milik kita bersama,” tegas Jamal Mapia, Koordinator Relawan Aliansi Pemuda Uluere.

Pembuatan bendera itu sendiri adalah bentuk gotong royong hasil swadaya masyarakat. Misalnya ada yang menyumbang kain satu gulung dan sebagainya.

Sambil mengenang perjuangan yang sejauh ini dilakukan bersama relawan lainnya, Jamal menuturkan sisi lain dari terbentuk aliansi tersebut.

“Hal yang menonjol adalah beberapa rekan yang tidak mengenyam bangku sekolah justru yang paling antusias dalam kegiatan ini, dan saya sangat terharu mengingat hal itu,” kenang Jamal.

Menempuh perjalanan 24 km dari ketinggian 1000 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan bekal seadanya namun dengan hal itu bisa dimaknai rasa perjuangan dan eratnya persaudaraan

Kedatangan rombongan di titik finish tepatnya di Lapangan Hitam Pantai Seruni disambut oleh Bupati Bantaeng, Ilham Azikin. Langkah relawan memasuki lapangan disertai dengan gemuruh tepuk tangan dari setiap penonton yang sudah menantikan.

“Hal ini memperlihatkan semangat patriotisme yang tentunya menjadi energi bagi kita semua dalam menjaga semangat meriahkan kemerdekaan ini,” kata Ilham.

Dikatakannya bahwa 350 orang pemuda yang tergabung dalam sebuah aliansi tersebut adalah pencerminan patriotisme masyarakat yang ada di Kabupaten Bantaeng.

“Kalian tak hanya menjadi kebanggaan di Uluere, tetapi kalian adalah kebanggaan dan kehormatan bagi masyarakat Bantaeng hari ini,” katanya mengapresiasi.

Ia berharap agar semangat tersebut tidak berhenti sampai di sini saja namun akan berlanjut dan terus menyebar seperti virus pemercik persatuan.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *