Senin, Mei 16, 2022

Sekolah Budaya Luwu Peringati HUT Pertama dan Mappatemme Sikolah

Populer

LUWU, Linisiar.id – Sekolah Budaya Luwu (SBL) I La Galigo menggelar acara ‘Mappatemme Sikolah’ angkatan IV tahun 2020 di Baruga Arung Senga, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, beberapa waktu lalu.

‘Mappatemme Sikolah’ kali ini terasa lebih istimewa, karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun pertama Sekolah Budaya Luwu.

Hadir para Alumni SBL mulai Angkatan I hingga Angkatan IV dengan mengenakan pakaian adat Luwu berbaur dalam suasana gembira

Selain alumni, hadir pula Anggota Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja, Arung Larompong, Andi Pahri, Arung Senga, Andi Saddakati Arsyad, Kadis Ketahanan Pangan, Tandiraja, Asisten II, Andi Palanggi, Asisten III, Baharuddin dan Pimpinan PT Masmindo Dwi Area.

Ketua Yayasan Sekolah Budaya Luwu, Sharma Hadeyang dalam sambutannya menceritakan secara singkat sejarah dimulainya merintis SBL

“Perlu kami sampaikan bahwa proses berdirinya Sekolah Budaya Luwu ini sangatlah tidak mudah karena banyak mengalami rintangan,” kata Sharma.

“Tetapi kami yang berjumlah sembilan orang pemuda Luwu yang memiliki komitmen dan terpanggil untuk mengambil peran dalam rangka menghilangkan kerisauan kami atas perkembangan zaman yang begitu maju dan berkembang yang seakan menggilas nilai-nilai luhur kita sebagai Wija To Luwu,” ungkapnya.

Namun dalam perkembangannya, dari 9 orang tersebut, dua orang diantaranya mengundurkan diri. Namun, mereka tidak berkecil hati, bahkan menjadi pemicu semangat untuk terus berjuang karena ini panggilan Nurani. Bukan panggilan harta maupun jabatan.

“Karena itu, kepada seluruh alumni, kalian adalah perwakilan kami atau agen-agen budaya Luwu di masa mendatang, terutama dalam lingkungan keluarga, sahabat kita, orang-orang terdekat, di sekolah, di kantor-kantor dan dimanapun kita berada, disanalah tempat kita untuk mengabdikan apa yang telah kita pelajari di Sekolah Budaya Luwu,” katanya.

Sementara itu, Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja mengatakan, semua elemen, baik itu pemerintah daerah, pihak swasta maupun masyarakat agar dapat mendukung perkembangan Sekolah Budaya Luwu

“Jika dibandingkan dengan usia manusia, SBL ini masih seorang bayi. Namun kehadirannya di Kabupaten Luwu telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam upaya mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai budaya adat Luwu,” kata Andi Syaifuddin

Menurutnya, kehadiran pimpinan PT Masmindo Dwi Area pada acara HUT ke I SBL kali ini diharapkan dapat menjadi mitra dalam perkembangan Sekolah Budaya Luwu. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru