SD 103 Inpres Hasanuddin Maros Workshop Penulisan Puisi di Tengah Pandemi

Suasana workshop penulisan puisi di SD 103 Inpres Hasanuddin Maros.

MAROS, Linisiar.id – Masa pandemi Covid-19 tak mengurangi kreatifitas sekolah untuk meningkatkan kapasitas guru-gurunya.

SD 103 Inpres Hasanuddin Maros misalnya, menggelar workshop penulisan puisi yang diikuti 50-an guru selama sehari.

Acara dibuka Kepala Dinas Pendidikan Maros, Takdir,  yang berharap pelatihan ini akan menambah kapasitas guru dalam keterampilan menulis puisi

Kadir juga berharap guru-guru terus berkarya dan jika memungkinkan puisi guru ini diabadikan dalam bentuk buku.

Workshop ini dibawakan oleh Lory Hendrajaya, praktisi kesenian di Maros sekaligus koordinator Rumah Dongeng Chapter Maros bersama Ima Fatimah, salah seorang penulis Maros dan sekretaris Rumah Dongeng Chapter Maros.

Selain memberikan motivasi, pemateri juga memberi bekal bagaimana menulis puisi dengan mudah melalui pendekatan diksi yang kuat, memberanikan diri menulis, menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai tema puisi, dan menjadikan puisi dalam kehidupan sehari-hari.

Lory mengharapkan, Kamis (1/10/2020), workshop ini akan melahirkan penulis-penulis puisi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di SD Hasanuddin serta menjadikan ilmu puisi ini sebagai media mengajar di kelas.

Sementara Ima Fatimah mengharapkan bukan hanya terampil menulis puisi, tapi juga bisa melahirkan karya dalam bentuk antologi puisi.

Kumpulan karya puisi ini akan menjadi karya abadi dan akan terus tersimpan sampai waktu yang lama.

Kepala UPTD SDN 103 Inp Hasanuddin, Wahidah sangat bersyukur workshop ini terlaksana sehingga walau masa pandemi, kreatifitas dan penambahan wawasan guru tetap berjalan baik.

“Saya bangga pada guru-guru yang tak henti belajar dan mengasah kemampuannya untuk menjadi guru hebat. Semoga workshop ini melahirkan penulis andal dari sekolah kami,” katanya. (*)