Kamis, Desember 9, 2021

Perseroda Sulsel Teken MoU Investasi, Potensi Omzet PAD Capai Triliun Rupiah

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, saksikan penandatanganan perjanjian kerjasama dan MoU antara PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel dengan dua investor. Taksiran pendapatan dari MoU Investasi bisa Rp 2,5 triliun jika kerjasama selama 25 tahun.

Dua perusahaan tersebut yaitu, PT Falcon Soenich Energi tentang kontrak jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Solar Home System untuk Kabupaten Kepulauan Selayar.

Adapun nilai investasinya sekitar Rp 500 miliar. Sasarannya sekitar 14.600 KK di beberapa wilayah di Kepulauan Selayar.

Selanjutnya, penandatanganan MoU antara PT SCI dengan PT Mandiri Kita Sukses tentang penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya solar industri non subsidi (High Speed Diesel) di Wilayah Sulsel. Nilai investasinya sekitar Rp 600 miliar untuk setiap tahunnya.

Dirut PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda) Sulsel, Yasir Mahmud, menyampaikan, kerjasama ini dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kepulauan Selayar. Apalagi di sana, hanya 57 persen masyarakat yang menikmati listrik PLN.

“Ini tidak memberatkan masyarakat karena pemasangan instalasinya kita gratiskan. Harga tarif yang ditawarkan ke masyarakat lebih murah Rp 500-600 per kWh. Lebih murah sekitar 15-20 persen,” ucapnya di Rujab Gubernur. Rabu (18/8/2021).

Sedangkan kerjasama dengan PT Mandiri Kita Sukses, tentang penjualan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar industri non subsidi (High Speed Diesel), akan memenuhi kebutuhan solar untuk perusahaan industri yang ada di Sulsel. Total solar sekitar 5 ribu ton atau 5 juta liter, dengan harga per liternya sekitar Rp 11 ribu.

“Dengan kerjasama ini, akan meningkatkan PAD di Sulsel,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi hadirnya kerjasama ini. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kepulauan Selayar, apalagi di momentum kemerdekaan Indonesia yang ke 76.

“Adanya pelayanan listrik untuk kepulauan adalah kemerdekaan sesungguhnya untuk masyarakat. Ini challenge bagi anak-anak bangsa untuk berinovasi. Saya hanya menginginkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya.

“Yang penting untuk pelayanan masyarakat banyak. Kita mau di momentum kemerdekaan ini, kita mau memerdekakan juga wilayah terpencil dan kepulauan dengan memberikan pelayanan dasar lebih maksimal dan tidak memberikan beban kepada masyarakat, serta dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Andi Sudirman.

 

 

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru