Jumat, September 17, 2021

Perhatikan Hak Cipta, Apresiasi Kreasi Orang Lain

Populer

GOWA, Linisiar.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 September 2021 di Gowa, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Posting Konten? Hargai Karya Orang Lain”.

Program yang dipandu oleh Desmona sebagai moderator ini dihadiri oleh 616 peserta dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Digital Entrepreneur & anggota Forum Pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia, Hendro Prastio; pemengaruh & kreator konten, Karlina Puspita; peneliti & Presidium JADI Sulsel, Ana Rusli; serta praktisi hukum, Muhammad Sirul Haq.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta. Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Selanjutnya, Hendro sebagai pemateri pertama membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Mengenal Aplikasi Percakapan dan Fitur-fiturnya”.

Menurut dia, aplikasi percakapan berkembang sejak periode awal era mIRC hingga yang paling mutakhir WhatsApp dan Telegram. Aplikasi pertemuan daring seperti Google Meet dan Zoom pun kini berkembang mempermudah komunikasi hingga meningkatkan penjualan bagi penggunanya. Namun berbagai kekurangan aplikasi ini seperti rawan penipuan sampai memori penyimpanan besar harus juga disadari.

Pemateri berikutnya, Karlina, menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Menghargai Karya/Konten Orang Lain di Media Sosial”. Ia mengatakan, menjaga etika dalam dunia digital dengan saling menghargai dan mengapresiasi karya semua orang akan menciptakan kehidupan digital yang positif.

“Hindarilah plagiarisme, perundungan, dan negative vibe,” pesannya.

Pemateri ketiga, Ana, membawakan tema budaya digital tentang “Kebebasan Berekspresi dan Distorsi Budaya di Ruang Digital”. Menurut dia, kebebasan berekspresi yang meluas sejak era reformasi memungkinkan terjadinya disinformasi karena semua orang bisa menjadi produsen dan konsumen di ruang digital.

Untuk itu, diperlukan safe harbor (batasan tanggung jawab penyedia layanan internet menghapus informasi sensitif), SDM yang mampu mengolah konten dan meluruskan informasi di instansi pemerintahan, serta jurnalisme warga yang kuat.

Adapun M. Sirul Haq, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “HKI dan Keamanan Digital”. Ia mengatakan, perlindungan hukum HKI di era digital sangat diperlukan agar pencipta karya dapat menikmati nilai ekonomis yang dihasilkan dari kreasinya. Di samping itu, kesadaran akan pentingnya kewaspadaan berinternet harus ditingkatkan untuk menghindari berbagai kejahatan di dunia maya.

Acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang aplikasi percakapan apa yang paling aman dari kebocoran data. Narasumber menjelaskan bahwa telegram relatif aman dalam perlindungan privasi dan penyimpanan data.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

 

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru