Pemerintah RI Kerjasama Monash University Australia Tingkatkan Kompetensi Guru

Bagikan

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, meneken kesepakatan penting dengan Monash University, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Australia.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui kolaborasi internasional.

Kesepakatan yang ditandatangani pada 27 Agustus 2025 di Jakarta ini akan menjadi jembatan bagi percepatan transformasi pendidikan nasional.

“Kolaborasi dengan Monash University ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas guru dan siswa, tetapi juga menjadi jembatan pengetahuan antara Indonesia dan Australia,” ujar Mendikdasmen Mu’ti.

Pernyataan ini menunjukkan fokus pemerintah pada peningkatan kompetensi guru, yang dianggap sebagai fondasi utama untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.

Dalam kemitraan ini, ada berbagai program yang akan dijalankan, seperti pelatihan mendalam di berbagai bidang kunci, termasuk STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), Kecerdasan Buatan (AI), Literasi dan Numerasi, Pendidikan inklusif dan Kepemimpinan sekolah.

Program-program ini dirancang untuk menjawab tantangan global dan mempersiapkan guru Indonesia agar bisa mencetak generasi yang kompetitif dan adaptif.

President and Pro Vice-Chancellor of Monash University, Matthew Nicholson, menyambut antusias kerja sama ini.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Monash di Indonesia bukan sekadar ekspansi, melainkan komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan pendidikan global.

“Kemitraan ini adalah kesempatan berharga untuk menggabungkan keahlian terbaik dari Indonesia dan Australia demi kepentingan guru dan siswa di seluruh Indonesia,” kata Nicholson.

Sebagai kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sejak 2022, kolaborasi ini diharapkan bisa membuka jalan bagi berbagai program lain, mulai dari pertukaran ahli, evaluasi program, hingga kunjungan profesional.

Kolaborasi lintas negara dan institusi seperti ini menjadi kunci untuk memastikan ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)

```