Palopo Zona Merah, Walikota Ingatkan Tugas Camat, Lurah, dan Kepala Puskesmas

PALOPO, Linisiar.id – Walikota Palopo, Drs. HM. Judas Amir menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 sehubungan ditetapkannya Kota Palopo sebagai zona merah, Selasa (28/7/2020), di Indoor Saokotae Palopo.

Kota Palopo masuk kategori zona merah Covid-19 bersama 52 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Walikota Palopo bersama Forkopimda, camat, kepala  puskesmas, lurah, dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) mengevaluasi penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing.

Berdasarkan masukan dan saran dari peserta rapat, walikota menyampaikan beberapa hal. Antara lain, pelaksanaan Idul Adha tetap sesuai keputusan sebelumnya, yakni di masjid lingkungan masing-masing. Namun, protokol kesehatan lebih diperketat.

“Besok atau paling lambat lusa, sudah ada surat pernyataan terkait protokol kesehatan yang akan dilakukan di masjid, seperti kesiapan penyediaan handsanitizer dan jaga jarak,” tegas walikota.

Selain itu, panitia pelaksanaan shalat Idul Adha di mesjid harus  berkoordinasi dengan unsur keamanan untuk penempatan petugas keamanan.

Walikota juga meminta lurah menguasai persoalan dan  keadaan, dengan membentuk koordinasi RT/RW, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Terutama untuk mengedukasi masyarakat mengenai protokol kesehatan dan menghimbau warga agar tidak meninggalkan Kota Palopo.

Kepada kepala puskesmas, walikota meminta mereka  meningkatkan koordinasi dengan para lurah, ketua RT/RW terutama fokus pada kontak erat sebanyak 44 orang yang harus diawasi secara ketat.

“Untuk pengawasan yang lebih ketat, jika perlu kita buat posko di tempat isolasi mandiri tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut walikota meminta lurah untuk mengimbau warganya hanya melaksanakan shalat Idul Adha di masjid lingkungan masing-masing.

“Penekanan diupayakan orang-orang yang ada di kelurahan tidak pergi kemana-mana untuk berlebaran, cukup di masjid masing-masing,” katanya.

Kepada warga Palopo, walikota mengingatkan,  penerapan Perwali Nomor 10 Tahun 2020 sudah masuk tahapan penindakan. Tahapan sosialisasi sudah berakhir.

“Karena itu, Satpol PP segera berkoordinasi dengan Polres dan Dandim untuk dukungan dalam rangka penindakan hukum,” tegas walikota.

Untuk menghindari sanksi perwali itu, warga harus taat protokol kesehatan Covid-19, yakni pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.   

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Taufiq, menyampaikan kasus positif 52 orang, sementara dalam perawatan/wisata Covid 14 orang, dinyatakan sehat 33 orang, dan 3 orang meninggal.

Menurut Taufik, kasus tertinggi di Kecamatan Wara Utara. Tepatnya di Kelurahan Pattene, Sabbang Paru, dan Batupasi.

Hadir Wakil Walikota Palopo, Dr. Ir. H. Rahmat Masri Bandaso, Ketua DPRD Kota Palopo, Hj. Nurhaenih bersama unsur Forkopimda lainnya, Sekretaris Daerah Kota Palopo, Drs. Firmanza DP, Kepala Kemenag Palopo, HM Rusydi Hasim, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala puskesma, kepala KUA se-Kota Palopo. (*)