Meski Zona Hijau, Nadiem Minta Murid Tak Dipaksa Belajar di Sekolah

ilustrasi
Bagikan

JABAR, Linisiar.id – Beberapa sekolah di Indonesia yang wilayahnya masuk zona hijau, dikabarkan bersiap memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah atau tatap muka pada pekan kedua Juli 2020 ini.

Mengenai rencana itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengingatkan sekolah agar tidak memaksa muridnya untuk belajar di sekolah di masa pandemi Covid-19.

Nadien mengatakan, sekolah harus fleksibel. Artinya, jika ada orangtua murid yang masih khawatir anaknya masuk kembali ke sekolah, sang murid bisa memilih belajar dari rumah.  

“Sekolah harus tetap melayani serta memberikan pendidikan mata pelajaran bisa melalui daring atau online,” kata Nadiem di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (jabar), Rabu (8/72020).

Nadiem juga mengingatkan pihak sekolah tidak boleh mendiskriminasi, baik dari sisi nilai mata pelajaran dan lainnya, kepada pelajar yang ingin melaksanakan kegiatan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah. 

Menteri menegaskan, di masa pandemi Covid-19 ini, yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan seluruh murid dan guru.

Nadiem berada di Kota Sukabumi yang sudah berstatus zona hijau untuk memantau persiapan kegiatan belajar mengajar dengan metode tatap muka di kelas.

SMAN 4 Kota Sukabumi yang dipilih menjadi percontohan dibukanya kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di daerah zona hijau Covid-19.

Nadiem mengingatkan pihak sekolah menyediakan sistem pembelajaran secara daring, seperti melalui live streaming.

Dengan fasilitas seperti itu, pelajar yang belum bisa masuk sekolah untuk tatap muka, tetap bisa mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh para gurunya.

Rencananya, pada sekolah percontohan ini, pembelajaran dibagi tiga giliran. Tujuannya, agar tidak semua pelajar masuk di waktu yang bersamaan sehingga penerapan protokol kesehatan tetap terlaksana.

Selain itu, pihak sekolah menyediakan wastafel portabel agar seluruh pelajar yang akan masuk, beraktivitas, dan pulang sekolah melakukan cuci tangan menggunakan sabun.

Langkah lainnya, di pintu gerbang sekolah sudah tersedia cairan pembersih tangan dan alat pengukur suhu tubuh. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *