SIGI, LINISIAR. ID – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman akan menghadiri Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Nasional Tahun 2023 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin, 6 Oktober 2023, yang diikuti ribuan peserta, dari seluruh penjuru Nusantara.
Jambore yang dipusatkan di UPT Diklat Pertanian Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi itu dihadiri penyuluh pertanian, anggota HKTI (Himpunan Kelompok Tani Indonesia), Gapoktan (Gabungan kelompok Tani), petani, jajaran pertanian provinsi, dan juga kabupaten/kota.
Kegiatan ini dirasa perlu, untuk mengingatakan, salah satu unsur penting dalam peningkatan produksi pertanian, yaitu penyuluh pertanian yang langsung bersentuhan dengan petani. “Menyapa dan berdialog langsung dengan penyuluh pertanian adalah faktor penting dalam upaya meningkatkan produksi pangan,” kata Amran.
Penyuluh pertanian punya peran penting dalam pemberdayaan kelompok tani. Dan itu diukur dalam lima indikator, yaitu peran penyuluh sebagai organisator, sebagai konsultan, sebagai mediator, sebagai motivator, dan sebagai fasilitator.
Kegitan tersebut menjadi tonggak utama peningkatan produksi pertanian, meningkatkan ketahanan pangan dan kembali swasembada. Lantaran, di Pundak Amran Sulaiman, yang kembali mengemban tugas sebagai Menteri Petanian, terletak harapan swasembada bisa kembali diraih, setelah dampak perubahan iklim dan El Nino menyebabkan negara ini harus impor beras 3,5 juta ton.
Sejak dilantik sebagai Menteri Pertanian, Amran langsung tancap gas, mengadakan pertemuan dengan seluruh jajaran di lingkup Kementan, menggelar rapat pimpinan, mecari solusi yang terbaik untuk negeri ini.
“Impor beras ini, membuat Kementerian Pertanian bekerja keras untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri. Bagaimana pun kondisinya, kita harus mengekspor pangan terutama untuk kemanusiaan,” kata Amran.
Dia menambahkan, bukan hanya Indonesia, dunia saat ini dihadapkan pada krisis pangan akibat kondisi geopolitik dunia, dan dampak perubahan iklim sehingga setiap negara fokus untuk menyediakan kebutuhan masing-masing. “Krisis pangan di depan mata, dan hanya bisa diantisipasi dengan peningkatan produksi pertanian, tukasnya. (**)












