Liga 1 2020 Dilanjutkan, PSSI Siapkan 8 Poin Protokol Kesehatan

ilustrasi
Bagikan

JAKARTA, Linisiar.id – Pengurus PSSI terus mematangkan persiapan untuk menggelar kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 yang dijadwalkan September mendatang.

Dua kompetisi sepakbola bergengsi di Indonesia ini terhenti sejak Maret 2020 lalu, karena pandemi virus corona.

Salah satu yang disiapkan PSSI adalah protocol kesehatan jika liga dilanjutkan. Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSIYunus Nusi, akhir pekan ini.

PSSI harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat, agar tidak ada pemain dan ofisial klub yang terpapar Covid-19 ketika liga bergulir kembali.

Protokol kesehatan itu disiapkan oleh tim medis PSSI yang dipimpin secara langsung oleh dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi.

Rencananya, dalam waktu dekat ini, PSSI akan menyampaikan protokol kesehatan tersebut kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 2 2020.

Terdapat delapan protokol kesehatan yang sudah disiapkan PSSI untuk ditaati saat kompetisi, sebagai berikut:

1. Klub melakukan rapid test 1x tiap minggu kepada seluruh tim dan ofisial selama liga berlangsung. Manajemen klub juga diminta memperhatikan instruksi Pemerintah pusat dan daerah terkait prosedur kesehatan.

2. Penggunaan masker diwajibkan di lingkungan latihan dan screening pengukuran suhu tubuh setiap hari pada pemain dan ofisial.

3. Tiga hari sebelum pertandingan dilakukan rapid test pertama. H-1 kembali dilakukan rapid test kedua. Hasil tes akan diserahkan ke panpel jam 10.00 di hari H. Prosedur yang sama berlaku juga untuk wasit.

4. Hanya pemain dan wasit dengan hasil tes negatif yang dibolehkan tampil.

5. Pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan berada di stadion dengan total hanya 254 orang dengan dibagi ke 3 zona.

Zona 1: FOP (field of play) 82 orang
Zona 2: tribun area 100 orang
Zona 3: di sekeliling stadion (keamanan dll) 72 orang

6. Saat hari H pertandingan, hanya ada satu pintu masuk/keluar dan wajib dilakukan pengukuran suhu. Setiap orang wajib menggunakan masker dan berjarak min 1 meter.

7. Pemain diiimbau tidak melakukan jabat tangan. Tidak berbagi botol minum dengan pemain lain dan tidak meludah di lapangan.

8. Tidak ada wawancara media dengan pemain dan ofisial di lapangan. Wawancara dilakukan secara virtual di ruang press conference yang disiapkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *