Sabtu, Agustus 13, 2022

Lahan Pekuburan Makassar Akan Difungsikan Sebagai RTH

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Minimnya lahan ruang terbuka hijau (RTH) di dalam Kota Makassar menjadi alasan Pemerintah Kota (Pemkot) memfungsikan lahan pekuburan sebagai RTH.

Sekretaris DLH Kota Makassar, Iskandar menyebut angka RTH Kota Makassar sangat minim hanya mencapai 11 persen dari jumlah yang dipersyaratkan yaitu 30 persen.

“Jadi ada sekitar 16 hektare (luasan) total jumlah pemakaman, ini sangat lumayan kita tanami (pohon),” ujar Iskandar Rabu (16/12/2020).

Iskandar menjelaskan bahwa penanaman pohon dilakukan pada areal-areal pinggiran kuburan. Sementara untuk jenis pohon pihaknya telah memilah jenis pohon Ketapang Kencana yang dianggap lebih aman agar tidak merusak areal pekuburan.

“Jadi kita tanami pinggirannya, inikan sangat potensial, lihat saja Sudiang, Paropo Panaikang itu sangat potensial kita tanami. Kita tanami, jangan pakai pohon yang akarnya menjalar ke mana-mana kayak trembesi,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa areal pemakaman di Kota Makassar akan memiliki dua fungsi utama yaitu pemakaman itu sendiri dan juga dapat difungsikan sebagai tempat peneduh.

Iskandar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian pemakaman DLH Kota Makasaar. Secara bertahap suplai pohon dan penanaman sudah mulai dilakukan.

Saat ini pihaknya telah menyalurkan sebanyak 500 pohon, dan untuk tahap awal penanam dilakukan di Pemakaman Paropo Kecamamatan Panakkukang. Pemakaman tersebut menyediakan lahan yang cukup luas yaitu sebanyak 2 hektare.

“Jadi kita sudah koordinasi, bahwa setiap pemakaman akan kita jadikan sebagai RTH juga, kita sudah sedikit-sedikit jalankan, kita suplai pohon ke UPTD Pemakaman, itu kita sampai 500 pohon,” bebernya.

Dengan penambahan 16 hektare ini, Iskandar memproyeksi kenaikan RTH mampu mencapai 12% atau naik sebanyak 1% lebih

“Dengan luasan 16 hektare ini berbanding dengan luasan kota yah bisa menambah satu koma lebih lah,” tuturnya.

Sebelumnya Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Andi Suharmika mengatakan penyediaan lahan menjadi PR besar yang perlu diselesaikan pemerintah.

Dia mengakui sulitnya pengadaan lahan untuk RTH di Kota Makassar. Kalaupun ada, anggaran yang dibutuhkan untuk menambah luasan sangatlah mahal. Alhasil progres RTH kota Makassar berjalan sangat lambat.

“Memang kekurangan kota Makassar saat ini adalah kekurangan lahan (untuk RTH),” ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah harus berupaya mencari lahan-lahan khusus untuk menyediakan penambahan RTH di Kota Makassar.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru