William Serap Aspirasi Warga Tallo, Soroti Banjir hingga Krisis Air Bersih

William menyerap aspirasi warga Kecamatan Tallo terkait banjir dan air bersih
Anggota DPRD Kota Makassar, William, berdialog dengan warga saat pelaksanaan reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (20/5/2026).
Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Anggota DPRD Kota Makassar, William, mengawali reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 dengan menemui warga di Kecamatan Tallo, Rabu (20/5/2026).

Kecamatan Tallo merupakan salah satu daerah pemilihan William bersama Kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang.

Kegiatan reses perdana di Kecamatan Tallo dipusatkan di Jalan Naja Daeng Nai RT 08 RW 01, Kelurahan Rappokalling, yang dihadiri puluhan warga sebagai konstituennya.

Agenda reses tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Anggota DPRD Makassar untuk menampung aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari banjir, distribusi air bersih, hingga penanganan sampah yang masih menjadi persoalan utama di kawasan Utara Makassar.

Menanggapi keluhan banjir, William menilai sedimentasi di Sungai Tallo menjadi salah satu penyebab utama karena pengerukan belum dilakukan secara optimal.

“Yang mana memang Sungai Tallo sudah waktunya memang untuk dibersihkan atau dikeruk sedimennya,” katanya.

Ia menyebut koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang akan dilakukan karena kewenangan pengerukan berada pada instansi tersebut.

“Nanti insyaallah saya akan koordinasi dengan provinsi juga, termasuk juga ada keterlibatan di situ Balai,” lanjut William.

Selain banjir, William juga menyoroti persoalan layanan air bersih yang menurutnya perlu ditangani secara bertahap dengan pengawasan yang maksimal.

“Sekarang timur (Makassar) sudah hampir memadai. Utara sekarang yang menjadi PR. Mudah-mudahan sesuai dengan komitmen dari PDAM bahwa tahun ini semua tuntas utara juga,” jelasnya.

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, kendala distribusi air bersih di wilayah utara dipengaruhi kondisi pipa yang sudah tua sehingga perlu dilakukan pembaruan.

“Itu sementara lagi dikerja, termasuk meteran itu. Kemarin itu ada beberapa belas ribu itu, bahkan puluhan ribu, itu lagi semua mau diganti semua,” kata Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan tersebut.

Di akhir kegiatan, William mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dengan mulai memilah sampah dari rumah tangga agar tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa dan memicu banjir.

“Bagaimana menjaga sampah itu, memilah sampah itu, sehingga tidak menjadi suatu timbunan,” tandasnya. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *