Sidak Komisi B DPRD Makassar: Dorong Optimalisasi PAD Lewat Aplikasi PAKINTA dan Jemput Bola

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Arifin Madjid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik usaha pada Sabtu malam.

Sidak ini menyasar lima lokasi strategis guna memastikan kepatuhan pajak daerah sekaligus melakukan sosialisasi terkait instrumen pemungutan pajak digital.

Fokus pada Sektor Hiburan dan Penjualan Minol
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Arifin Madjid bersama empat anggota dewan lainnya didampingi tim dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar.

Tim gabungan menyambangi dua pusat penjualan Minuman Beralkohol (Minol) dan tiga Tempat Hiburan Malam (THM).

Selain melakukan pengawasan terhadap izin operasional, tim juga memantau penggunaan alat perekam transaksi untuk mencegah potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).

Apresiasi Kepemimpinan Munafri dan Inovasi PAKINTA
Di sela-sela sidak, Arifin Madjid secara khusus mengapresiasi kinerja aparatur pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin. Ia menilai pendekatan yang dilakukan saat ini lebih proaktif dan modern.

“Kami sangat mengapresiasi kedisiplinan aparatur di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota Munafri yang konsisten melakukan sistem ‘jemput bola’ kepada para pengusaha. Ini bukti nyata pemerintah tidak hanya menunggu, tapi mendatangi wajib pajak untuk memberi kemudahan,” ujar Arifin.

Ia juga menyoroti efektivitas aplikasi PAKINTA (Pajak Terintegrasi dan Terinformasi) sebagai solusi praktis bagi para pelaku usaha. Aplikasi ini dianggap memberikan kemudahan luar biasa dalam pelaporan dan pemungutan pajak secara transparan, yang diharapkan dapat menekan angka tunggakan pajak di sektor hiburan.

Tantangan Target PAD Rp2,6 Triliun
Meski inovasi digital telah berjalan, data menunjukkan tantangan besar masih membentang bagi kas daerah.

Berdasarkan laporan terkini, realisasi pendapatan daerah Kota Makassar tercatat baru menyentuh angka 17 persen dari total target ambisius sebesar Rp2,6 triliun yang dicanangkan untuk tahun ini.

Capaian yang baru mencapai sekitar Rp442 miliar tersebut menjadi alasan kuat bagi Komisi B DPRD Makassar untuk terus mengawal Bapenda dalam mengoptimalkan sektor-sektor potensial.

Namun, Arifin optimistis bahwa dengan sistem pengawasan yang ketat dan penggunaan aplikasi PAKINTA secara masif, tren pendapatan akan meningkat signifikan di sisa tahun anggaran.

Langkah Strategis ke Depan
Sidak ini tidak hanya sekadar pengawasan, tetapi juga bentuk edukasi kepada wajib pajak. Arifin menegaskan bahwa integrasi teknologi dan kedisiplinan petugas di lapangan adalah kunci untuk mencapai target triliunan rupiah tersebut demi keberlangsungan pembangunan di Kota Makassar.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *