Kemendikdasmen dan BRIN Perkuat Pembinaan Talenta Riset Muda Menuju Ajang Global

Pejabat Kemendikdasmen dan BRIN dalam kegiatan pembinaan talenta riset muda di Jakarta
Kegiatan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan BRIN dalam pembinaan talenta riset muda untuk meningkatkan kualitas penelitian siswa menuju kompetisi internasional.
Bagikan

JAKARTA, LINISIAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat pembinaan generasi peneliti muda.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Senin (20/4) yang difokuskan pada pembinaan dan pengembangan talenta, khususnya bagi calon finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta pemenang OPSI yang akan berlaga di kompetisi internasional.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian calon finalis OPSI melalui keterlibatan pakar BRIN dalam pendampingan.

Pendampingan tersebut dinilai mampu memperkuat metodologi serta kebaruan riset sehingga memiliki daya saing di tingkat internasional.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan pentingnya sinergi tersebut dalam membangun budaya riset di kalangan murid.

“Melalui kolaborasi dengan BRIN, kami ingin memastikan murid memiliki pengalaman nyata dalam proses riset, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ujar Irene dalam acara Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize bertajuk “BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (20/4).

“Kami tidak hanya menyiapkan murid untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga membangun karakter ilmiah yang kuat. Dengan dukungan BRIN, kami optimistis murid Indonesia mampu menghasilkan karya riset yang inovatif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, para murid akan mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan penelitian, hingga pemahaman etika riset.

Selain itu, pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional juga akan memperoleh pendampingan langsung dari periset BRIN sesuai bidang masing-masing.

Pendampingan tersebut dilakukan baik secara daring maupun luring di laboratorium riset BRIN.

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menyampaikan bahwa pengalaman praktik langsung menjadi faktor penting dalam membangun kompetensi riset yang berkelanjutan.

“Pembelajaran berbasis praktik memungkinkan murid memahami proses riset secara menyeluruh. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses eksperimen, analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Pendekatan ini sangat penting untuk membangun kemampuan riset yang berkualitas dan berdaya saing global,” jelas Ajeng.

Sementara itu, peraih Medali Perak OPSI 2025, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta, menyambut baik kolaborasi tersebut.

Ia berharap kerja sama ini dapat membantu memperdalam penelitian sebagai persiapan menghadapi ajang internasional Young Inventors Challenge (YIC).

“Sangat bermanfaat untuk kami para peneliti muda. Tentunya dengan adanya kolaborasi ini, saya bersama teman-teman lainnya dapat memperdalam ilmu serta penelitian kami menjadi lebih kompleks sebagai persiapan ke ajang internasional,” ujar Bagir.

Pemerintah menargetkan peningkatan rasio sumber daya manusia per satu juta penduduk yang memperoleh pengakuan internasional di bidang riset dan inovasi.

Melalui program manajemen talenta nasional, diharapkan lahir talenta unggul yang mampu mengharumkan kebanggaan nasional di tingkat global, termasuk melalui ajang seperti Nobel dan Breakthrough Prize.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *