Kemendikdasmen Rilis Rapor Pendidikan 2025: Ada 3 Indikator Baru untuk Karakter dan Mitigasi Bencana

Foto: Ilustrasi
Bagikan

JAKARTA, LINISIAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperbarui data Rapor Pendidikan dengan capaian mutu layanan tahun 2025.

Melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), pembaruan ini bertujuan memperkuat perencanaan sekolah dan pemerintah daerah yang berbasis pada data riil di lapangan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Rapor Pendidikan kali ini memperkenalkan tiga indikator baru yang mencerminkan tantangan pendidikan masa depan:

1. 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Fokus pada penguatan karakter siswa.
2. Ketersediaan Buku Pendidikan: Memastikan sumber belajar tercukupi di tiap sekolah.
3. Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim: Mengukur kesiapan sekolah dalam menghadapi risiko lingkungan dan bencana.

Bukan untuk Ajang Persaingan

Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menegaskan bahwa Rapor Pendidikan bukanlah alat untuk membanding-bandingkan kualitas antar sekolah. Sebaliknya, platform ini adalah cermin bagi sekolah untuk melakukan refleksi internal.

“Data ini memberikan gambaran presisi mengenai posisi capaian tiap sekolah. Gunakan ini sebagai fondasi untuk menyusun prioritas intervensi yang sistematis,” jelas Toni dalam keterangannya di Jakarta (12/3).

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa mutu pendidikan kini tidak lagi hanya diukur dari angka akademik. Aspek keamanan sekolah dan pembentukan kebiasaan positif menjadi variabel yang sangat menentukan.

Suara dari Lapangan dan Daerah

Manfaat data ini mulai dirasakan di tingkat satuan pendidikan. Sarwani, Kepala SDN 17 Sungai Raya di Kalimantan Barat, mengakui bahwa awalnya hal baru ini terasa menantang. Namun, ia menekankan pentingnya pola pikir positif dalam mengadopsi teknologi pendidikan.

“Rapor Pendidikan ini adalah teknologi baru yang bersentuhan langsung dengan proses belajar-mengajar. Meskipun masih dalam tahap belajar, ini adalah alat navigasi kami untuk perbaikan,” ungkapnya.

Di tingkat pemerintah provinsi, DKI Jakarta juga telah menjadikan rapor ini sebagai tolok ukur kinerja Dinas Pendidikan. Data tersebut kini menjadi rujukan utama dalam memantau efektivitas program pembangunan pendidikan di daerah.

Dengan pembaruan ini, pemerintah berharap seluruh ekosistem pendidikan di Indonesia dapat bergerak lebih terukur dan berkelanjutan menuju transformasi pembelajaran yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *