JAKARTA, LINISIAR.ID – Kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan vokasi diharapkan semakin terbuka setelah sektor industri terlibat langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kolaborasi ini, siswa SMK dan peserta pendidikan vokasi PKPLK diproyeksikan memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) bersama sejumlah kementerian/lembaga serta mitra industri di Jakarta pada Jumat (6/3).
Penandatanganan yang berlangsung pada 8 Maret 2026 ini menjadi bentuk dukungan nyata dunia industri terhadap penguatan pendidikan vokasi PKPLK di Indonesia.
Sebanyak empat mitra industri turut menandatangani kerja sama tersebut, salah satunya PT Gamecomm Indonesia Network.
Perusahaan pengembang gim lokal ini menilai lulusan vokasi memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan industri gim nasional.
Direktur PT Gamecomm Indonesia Network, Sere Kalina, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan telah menjalin kolaborasi dengan lima SMK melalui program teaching factory.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan industri gim Indonesia dapat berkembang sekaligus bersaing di tingkat global.
Menurut Sere, siswa SMK yang memiliki kompetensi di bidang gim menunjukkan potensi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diarahkan secara langsung oleh industri agar para siswa siap berkarier maupun membangun usaha di sektor pengembangan gim.
Di sektor teknik dan alat berat, PT United Tractor, Tbk juga memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi.
Perusahaan tersebut sebelumnya telah menjalankan berbagai program pengembangan bagi siswa SMK, namun pada tahun ini fokus diarahkan pada sertifikasi lulusan.
Department Head Social Responsibility and Communication PT United Tractors, Himawan Sutanto, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap siswa SMK kelas 12 untuk mengikuti program sertifikasi.
Dengan sertifikasi tersebut, para lulusan diharapkan memiliki nilai tambah ketika melamar pekerjaan di industri.
Himawan menambahkan bahwa pola sertifikasi ini juga membuka peluang kerja yang lebih luas, termasuk di luar negeri. Hal ini karena sektor teknik dan alat berat memiliki kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
Ia juga menilai satuan pendidikan perlu aktif menangkap peluang kolaborasi yang ditawarkan oleh dunia industri.
Sinergi antara lembaga pendidikan dan perusahaan diyakini akan memperkuat implementasi kerja sama yang telah disepakati.
Partisipasi serupa juga ditunjukkan PT Martha Beauty Gallery yang selama ini aktif bersinergi di bidang kursus dan pelatihan.
Direktur PT Martha Beauty Gallery, Wulan Maharani Tilaar, menyatakan bahwa peran industri sangat penting dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Wulan menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor kecantikan.
Ia berharap kontribusi tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri, kementerian/lembaga, serta perguruan tinggi yang telah menunjukkan komitmen dalam kerja sama ini.
Dalam sambutannya, Wamen Atip berharap kemitraan tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi sekaligus mempercepat terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.












