AMERIKA, Linisiar.id – Penyanyi yang masuk daftar miliarder versi majalah Forbes, Kanye West, membuat kejutan pada akhir pekan ini.
Sang penyanyi rap mengumumkan, akan maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menantang petahana, Donald Trump.
Rapper miliarder itu dalam kicauannya di Twitter mengatakan, “Kita harus mewujudkan janji Amerika dengan meyakini Tuhan, menyatukan visi kita dan membangun masa depan kita. Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. #2020VISION.”
Pengumuman West ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS. Pernyataan West itu langsung mendapat dukungan dari Elon Musk, CEO SpaceX.
Musk mengatakan, “Anda memiliki dukungan penuh dari saya!” melalui Twitternya.
Namun, West tidak memberikan detil lebih lanjut terkait kampanyenya, 4 bulan sebelum pemilu presiden pada November 2020 nanti.
Padahal, West sejak lama telah menyuarakan dukungannya untuk Trump. Pada 2018, dia bahkan pernah berjumpa dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Oval.
Namun pada 2019, selama wawancara dengan Zane Lowe dari Apple Music’s Beats 1 dia menyatakan dukungannya untuk Trump telah menjadi cara untuk mengejek Demokrat, sehingga dia mengumumkan ambisinya sendiri sebagai presiden.
“Akan ada waktu ketika saya akan menjadi presiden AS, dan saya akan ingat… pemimpin mana yang tidak memiliki kapasitas untuk memahami secara budaya apa yang kita lakukan.” Siapa pemimpin itu, West tidak menyebutkannya.
Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah West merilis lagu baru rohani, “Wash Us In the Blood” bersama dengan video klip yang menunjukkan gambar anti-rasisme baru-baru ini.
Sejak 2018, West dan istrinya, selebritas terkemuka Kim Kardashian, telah membentuk kontak atau jaringannya sendiri dengan Gedung Putih ketika Kim memperjuangkan reformasi peradilan pidana.
Kim telah sukses melobi Trump untuk memaafkan seorang wanita seksagenarian atas kasus pelanggaran obat terlarang tanpa kekerasan.
Trump sendiri beberapa pekan ini telah tertinggal dalam beberapa jajak pendapat di belakang saingannya dari Demokrat, Joe Biden. (*)










