Palopo, Linisiar.id – Puasa di bulan ramadan adalah ibadah yang sifatnya wajib dilakukan oleh setiap muslim yang beriman kepada Allah.
Keistimewaan berpuasa menurut Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, Sulawesi Selatan, Dr. Muhaemin, ialah memberikan pendidikan untuk membangun kesadaran spiritual, intelektual, dan moral serta akhlak.
“Bulan yang penuh keberkahan, bulan yang penuh dengan ampunan. Perlu kesiapan mental yang matang dan kejernihan hati tuk menyambutnya,” katanya
Dalam kesakitan, teruji kesabaran. Dalam perjuangan, teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah, teruji ketulusan. Dalam tawakal, teruji keyakinan.
Wakil Rektor III IAIN Palopo ini juga mengutarakan harapan dibulan suci ramadan tahun ini.
Pertama bisa selalu melaksanakan shalat tarawih berjamaah.
“Shalat tarawih itu merupakan salah satu ibadah yang di kerjakan oleh Rasulullah SAW,” katanya
Walaupun jumlah rakaatnya banyak, tetapi apabila dikerjakan secara berjamaah rasanya sangat ringan karena kebersamaan itulah. Berbeda apabila shalat tarawih sendiri terkadang tidak bisa khusuk.
Yang kedua bisa khatam Al Qur’an “Sangat rugi rasanya bagi diri saya apabila tidak mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Sebab itu tadi, semua amal baik/buruk di lipatgandakan.
Yang ketiga Dr. Muhaemin berharap bisa menjumpai malam Lailatul Qadar. Karna Malam Lailatul Qadar ialah malam yang lebih baik daripada seribu bulan dan terakhir bisa membayar zakat tepat pada waktunya,” sambungnya
Kesehatan merupakan ketahanan jasmani, rohani, dan sosial yang dimiliki oleh manusia sebagai karunia dari Allah yang wajib disyukuri dengan cara mengamalkan segala ajaran-Nya.
“Kesehatan tersebut dapat kita ketahui bahwa selain mengandung dimensi fisik, kesehatan juga mengandung dimensi mental dan sosial kita. Jadi, kita disebut sehat apabila fisik, mental, dan sosial kita dalam keadaan sejahtera atau baik,” kuncinya. (Ayub)












