Dewan Sarankan Pemkot Makassar Sewakan Fasum Pasar Segar

Bagikan

MAKASSAR, Linisiar.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makasar, Susuman Halim menyarankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar lahan fasilitas umum yang ada di kawasan Pasar Segar disewakan.

Sebagai tempat kuliner yang menjadi salah satu inovasi menarik dan diminati, ia menilai mengatakan tidak mau langsung mematikan kawasan tersebut. Sehingga ia berharap Pemkot segera mungkin melakukan tindakan baik dalam bentuk izin pemanfaatan atau pun dalam bentuk perjanjian sewa.

“Itu memungkinkan untuk disewakan, meskipun di Makasar belum ada sewa menyewa fasum tapi di kota-kota besar itu ada. Kita di pemerintahan itu melekat kewenangan insentif dan disinsentif, itu boleh dilakukan,” kata Susuman Halim, di Kantor DPRD, Kamis (25/7).

Kata dia, itu direkomendasikan agar penggunaan lahan fasum mendapat legalitas hukum dari pemerintah. Dalam hal ini, pihak pengelola dan Pemkot melakukan perjanjian kerjasama untuk menyelesaikan sengketa aset milik Pemkot tersebut. Sehingga pelapak yang berjualan di area tersebut bisa meneruskan usahanya kembali.

“Pihak pengelola sangat berkeinginan untuk mendapatkan fasilitas dari Pemkot untuk pemanfaatan tersebut. Mereka sangat terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi murni karena mereka tidak tahu bahwa itu lahan fasum,” jelasnya.

Ia menambahkan jika tidak ada dasar hukum yang diberikan, maka tempat tersebut akan ditata ulang dengan mengembalikan fungsi fasum tersebut. Namun, pihaknya akan tetap mendorong agar pemerintah memberi dasar hukum atas pemanfaatan tersebut.

“Sekarang pilihan pemerintah ada dua, melakukan penataan dalam arti menertibkan agar area fasum itu tidak dimanfaatkan secara komersil oleh pengelola atau pemerintah mendorong ada dasar pemanfaatan fasum tersebut,” ucapnya.

Ia mengaku hingga saat ini pihaknya belum memberi rekomendasi lantaran Komisi C masih akan melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut bersama pihak-pihak yang bersangkutan.

“Secepatnya kita akan melakukan pertemuan lagi. Setelah itu baru mengeluarkan rekomendasi,” pungkasnya.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *