Jumat, Januari 21, 2022

Cegah Stunting, Pemkot Palopo Desak Penyuluh KB Monitoring Kelompok Ibu dan Balita

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar kegiatan pencegahan stunting, dengan pembuatan dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita stunting.

Kegiatan ini digelar di Kantor Kecamatan Wara Selatan (Warsel), Rabu (2/12/2021).

Kepala Dinas PPKB Kota Palopo, Farid Kasim Judas (FKJ) dalam sambutannya pada kesempatan itu mengungkapkan Fenomena stunting adalah cerita yang sangat panjang dan dampaknya akan sangat berbahaya di masa yang akan datang.

Aksi Cegah stunting merupakan program prioritas pemerintah mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah.

“Pencegahan dan penanganan stunting ini dilaksanakan semua unsur, semua lapisan. Tanpa terkecuali, semua komponen wajib ikut dalam program ini,” ungkap Farid.

Farid Kasim melanjutkan, saat ini, ada sekitar enam juta balita di Indonesia yang divonis stunting. Dan kegiatan yang digelar Dinas PPKB tersebut dimulai di Kecamatan Wara Selatan, karena menurut data yang ada Kecamatan Warsel menjadi wilayah di Palopo dengan tingkat balita stunting tertinggi.

Masih menurut Farid, stunting akan sangat sulit untuk diobati jika bayi sudah lahir, namun bisa kita cegah dari kehamilan.

“Stunting terjadi karena Ibunya yang mau, orang tuanya yang ingin. Kenapa?, karena tidak adanya kesadaran. Bahwa jika hamil saya harus minum susu, saya harus berada dilingkungan yang bersih, selalu berpikiran baik, positif. Jika ini tidak kita lakukan, berarti kita harus sadar diri bahwa ada tanggungjawab, ada kesalahan saya sebagai penanggungjawab kehidupan, penaggung jawab bagi bayi kita,” jelas FKJ.

Lebih lanjut, FKJ dihadapan Ibu-ibu hamil dan balita stunting menegaskan bahwa kegiatan ini tidak akan bermanfaat jika tidak diimplementasikan. semua pihak harus berkomitmen dalam pencegahan dan penanganan stunting ini.

“Kesehatan anak kita ke depan bukan tergantung di saya, camat, lurah, para kader, tapi bagaimana ibu sendiri, bagaimana perilaku kita membuat anak kita sehat,” jelasnya.

Pergerakan ini, lanjut Farid, harus masif. Semua komponen harus turun bersama-sama atasi ini. Pertemuan ini adalah yang perdana, selanjutnya akan ada pertemuan di kelurahan yang dipimpin oleh Ketua TP PKK kecamatan bekerjasama dengan para kader penyuluh.

“Untuk para kader, monitoring terus datanya. Pastikan sudah minum susu, susu dari pemerintah. Pemerintah yang siapkan susu. BPD sulsel akan bantu kita susu. Foto dan laporkan ke saya via whatsap,”ujarnya.

“Saya tidak mau lagi ada keluarga saya yang lahir anaknya divonis stunting, jadi saya tegaskan kepada teman-teman lurah, kader, sub ppkbd bekerja secara optimal,” tegasnya.

Pada kegiatan itu juga dilakukan demo pembuatan makanan dan asupan tambahan. Diserahkan pula secara simbolis paket bantuan makanan dan asupan tambahan kepada Ibu-ibu hamil dan balita stunting.

Selain Kadis PPKB dan jajarannya, hadir pula pada kesempatan itu Kepala Cabang Bank Sulselbar Palopo yang diwakili Kasubag Umum Bank Sulselbar Palopo, camat Warsel, ketua TP PKK Warsel, lurah se-Warsel, ibu hamil dan balita stunting, serta kader posyandu dan penyuluh KB.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru