BNN Palopo Gandeng Muballigh untuk Sukseskan Program P4GN

Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Ustim Pangarian, SE.,M.Si pada talkshow di Ruang Pertemuan Wae Kan'Bass, Senin, (5/10/2020).

PALOPO, Linisiar.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo menggelar diseminasi informasi melalui talkshow dengan tema “Sinergitas BNN Kota Palopo dan Muballigh Se-Kota Palopo Dalam Upaya P4GN” di Ruang Pertemuan Wae Kan’Bass pada Senin, 5 Oktober 2020.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo, AKBP Ustim Pangarian, SE.,M.Si menyampaikan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, memiliki banyak tantangan untuk dapat menjadi negara maju.

Salah satu visi pemerintah Republik Indonesia tahun 2020-2024 adalah terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong

Untuk mewujudkan visi pemerintah tersebut, tentu saja diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Menurut AKBP Ustim, sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan tugas P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba), BNN terus berbenah melakukan program strategis.  

Baik program di bidang pemberantasan, rehabilitasi maupun bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Dijelaskan, tujuan diseminasi informasi melalui talkshow hari ini adalah untuk menyebarluaskan informasi bahaya narkoba kepada seluruh komponen masyarakat.

Karena persoalan narkoba tidak hanya dibebankan kepada BNN semata. Pasalnya, dengan adanya keterbatasan, mendorong perlunya sinergitas dengan semua pihak untuk turut berpartisipasi mendukung program P4GN.

“Kita libatkan para muballigh di Kota Palopo, karena melihat perannya yang sangat strategis disamping sebagai mediator dakwah juga diharapkan sebagai mediator P4GN,” katanya.

Mewakili Walikota Palopo, Kepala Kesbangpol Palopo Dr. H. Baso Sulaiman, M.Si dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala BNN beserta seluruh jajarannya, sebagai pemrakarsa dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan pemuka agama ini.

Ia menjelaskan, di kota Palopo ada pula relawan anti narkoba yang selalu berkomitmen untuk mendukung upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Komitmen itu adalah salah satu bagian untuk mewujudkan Kota  Palopo sebagai daerah yang beradab dan bermartabat dan terhindar dari narkoba,” katanya.

Seiring dengan permasalahan narkoba yang terus meningkat, maka perlu dilakukan upaya dari seluruh pihak dan segenap elemen masyarakat.

Baik instansi pemerintah, swasta, dan seluruh muballigh yang ada di Kota Palopo untuk ikut serta memerangi penyalahgunaan narkoba, yang merupakan tanggung jawab kita bersama.

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, bagi para pecandu atau orang aktif mengkonsumsi narkoba, justru lebih memiliki kerentanan terhadap virus corona.

Karena itu, sangatlah tepat apabila pola pencegahannya harus dilakukan secara terpadu dan komprehensif dari seluruh aspek. (*)