MAKASSAR, LINISIAR.ID – Minat masyarakat terhadap investasi emas terus meroket. Hal ini tercermin dari kinerja PT Pegadaian Kanwil VI Makassar yang mencatat pertumbuhan signifikan pada berbagai produk layanan emas hingga pertengahan September 2025.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Ngadenan, mengungkapkan tabungan emas yang dikelola pihaknya sudah menembus 704 kilogram, tumbuh 46,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Deposito emas mencapai 79,72 kilogram, sedangkan cicilan emas melonjak hingga 500,3 kilogram dengan pertumbuhan 128,67 persen. Total nasabah tabungan emas kini mencapai 287 ribu, naik 20,73 persen,” jelas Ngadenan dalam Media Gathering Pegadaian Kanwil VI Makassar, Kamis (25/9/2025).
Ngadenan menyebutkan, Kanwil VI yang meliputi Sulsel, Sulbar, hingga Maluku kini memiliki 472 outlet dan didukung 6.652 agen di tengah masyarakat.
“Omzet pembiayaan kami mencapai Rp27,07 triliun, aset yang dikelola Rp12,34 triliun, dengan total nasabah pembiayaan sebanyak 1,83 juta orang,” ujarnya.
Produk cicilan emas mencatat kinerja paling impresif. Jika tahun lalu volumenya 325 kg, kini sudah naik 103 persen menjadi 500,3 kg dengan nilai sekitar Rp971 miliar.
Selain lewat outlet, Pegadaian juga membuka akses lebih mudah melalui program bank sampah, di mana masyarakat bisa menukar sampahnya menjadi saldo tabungan emas. “Cukup dengan Rp5.000, sudah bisa mulai menabung emas,” kata Ngadenan.
Program digital pun terus diperkuat, salah satunya Pegadaian Digital, yang menawarkan promo pembukaan tabungan emas secara online.
Menurut Andi Vivin Budi Permana, Kepala Departemen Business Support Kanwil VI, pertumbuhan emas paling besar datang dari Parepare (Sidrap, Pinrang, Sengkang hingga Sulbar), disusul Palopo-Luwu Raya dan Makassar II.
“Secara tahunan, saldo emas naik 33 persen, jumlah nasabah naik 17 persen, dan rekening tabungan emas bertambah 26 persen,” jelasnya.
Pegadaian juga meluncurkan program Sahabat Pegadaian yang menyasar Gen Z dan Gen Alpha agar lebih melek investasi emas sejak dini.
Dengan lonjakan ini, bisnis emas di wilayah Kanwil VI Makassar diprediksi terus meningkat hingga akhir 2025. Pegadaian optimistis emas tetap menjadi instrumen investasi yang aman, mudah diakses, dan semakin relevan bagi semua kalangan masyarakat.












