Selasa, April 13, 2021

Berbisnis Sambil Kuliah, Mahasiswa Palopo Rintis Kedai Kopi di Kampung Halaman

Populer

LUWU, Linisiar.id – Memulai karier sebagai barista, bagi kebanyakan Mahasiswa tingkat akhir biasanya mereka akan fokus untuk menyelesaikan kuliah mereka yang disibukkan dengan penelitian, Kuliah Kerja Nyata (KKN), tugas akhir dan lain sebagainya.

Namun juga tak sedikit mahasiswa semester akhir yang pandai melihat peluang, biasanya mereka akan memanfaatkan status semester akhir dengan kegiatan sampingan yang bisa menghasilkan uang untuk keperluan kuliah dan biaya lainnya yang dibutuhkan pada semester akhir.

Dengan berbisnis atau membuka usaha seperti jualan kopi dan minuman kekinian serta usaha lainnya.

Panggil saja Febri Harnong yang akrab disapa Febri, merupakan salah satu Mahasiswa Palopo semester akhir asal Luwu yang saat ini menempuh Pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Palopo yang memilih kuliah sambil membuka usaha kedai kopi dan minuman kekinian dikampung halamannya sendiri yang diberi nama “Kedai SS_Coffee”.

Kedai tersebut beralamat di Dusun Batu Lotong, Desa Rantebelu, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu tepatnya di Wisata Batupiak yang sementara tempat Wisata itu dalam tahap pengembangan dan pengunjungnya sudah ramai.

Febri Harnong mengatakan bahwa dirinya ingin mempunyai pengahasilan sendiri disaat diberlakukannya kuliah online saat pandemi Covid-19.

“Mengembangkan diri untuk berjiwa wirausaha atau entrepreneur. Jadi, selain berkuliah saya ingin kenalkan dan ajak mahasiswa di kampus agar bagaimana bisa mandiri, bisa berkarya dengan beragam usaha, selain menyelesaikan kuliahnya,” katanya.

Paling tidak, kata aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, para mahasiswa bisa belajar dan mendapatkan ilmu baru diluar dari bangku kuliahnya, sehingga nantinya mempunyai pengalaman selain kegiatan perkuliahan.

“Paling utama mereka bisa belajar bagaimana langsung bersentuhan dengan pasar atau konsumen. Inikan bisa mengenalkan mereka dengan dunia kerja, sebelum benar-benar bekerja dengan keahlian mereka,” katanya

Lanjut Febi, dirinya ingin mempunyai penghasilan sendiri untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari.

“Mengingat, sejauh ini orangtua telah banyak mengeluarkan biaya untuk kuliah saya dan memang juga untuk mengisi waktu kekosongan waktu jika tidak ada kuliah online setelah diberlakukannya kuliah online akibat pandemi Covid-19,” katanya kepada Linisiar.id., Jumat (5/3/202).

“Dulu saya pernah menjadi karyawan di salah satu owtlet kuliner di Kota Palopo, namun pada saat awal pandemi Covid-19 tempat saya bekerja tutup. Makanya saya pulang ke kampung untuk membangun usaha dari modal selama saya bekerja dan juga dari situlah saya mendapatkan pengalaman untuk membuka usaha,” imbuhnya.

Febri menceritakan, dia beberapa bulan lalu, pernah jualan di rumah melayani pesan antar. Waktu itu Febri mengaku, belum punya biaya lebih.

“alhamdulillah sejak tanggal 21 Oktober 2020 yang lalu, saya sudah bisa membuat dan memiliki kedai sendiri untuk jualan kopi dan minuman kekinian sebab saya memilih membuka usaha kedai kopi dan minuman kekinian ini karena modal yang di butuhkan tidak terlalu banyak serta kerjanya tidak menguras tenaga apalagi saya juga bisa sembari belajar sehingga bisa mendapatkan pengalaman baru dalam meracik kopi dan minuman kekinian,” lanjutnya.

Febri menambahkan walaupun saat ini dia sibuk mengurus usaha kedai kopi dan minuman kekiniannya, ia tetap lebih mendahulukan dan mengutamakan kuliah online sehingga dia membuka kedainya pada waktu tidak ada perkuliahan online.

“Saya lebih mengutamakan kuliah online dan lebih dulu memperhitungkan jadwal kuliah online saya di karenakan jadwal kuliah saya semuanya ada di pagi hari maka dari itu saya mulai buka kedai di siang hari mulai pukul 14:00 WITA hingga sesaat ingin shalat maghrib. Kalau pusing mungkin iya saat di awal-awalnya menjalankan usaha ini dan betapa sulitnya mengatur waktu, namun seiring berjalannya waktu saya sudah mulai beradaptasi dan alhamdulillah setelah punya kedai sendiri, orang tua dan keluarga sudah sepenuhnya mendukung dan juga teman-teman kampus pun memberikan suport yang sangat baik,” tambahnya.

Diketahui Wisata alam batu piak ini sudah ramai pengunjung dan berjejeran UMKM dipingiran pantai.

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru