Beras Khas Enrekang Kini Bersertifikat IG dari Kemenkumham, Manfaatnya Apa?

Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektuan Bidang Indikasi Geografis kepada Bupati Enrekang dan Bupati Luwu Timur di Hotel Claro Makassar, Kamis (17/9/2020)
Bagikan

LINISIAR.ID, ENREKANG — Beras khas asal Kabupaten Enrekang, Pulu Mandoti, resmi mendapatkan sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hal itu terungkap pada acara Penandatanganan Kerjasama Bidang Kekayaan Intelektual antara Kemenkumham Wilayah Sulsel dengan Pemkot Palopo dan Pemkab Sinjai serta Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektuan Bidang Indikasi Geografis kepada Bupati Enrekang dan Bupati Luwu Timur di Hotel Claro Makassar, Kamis (17/9/2020).

Penyerahan sertifikat diberikan melalui Wakil Bupati Enrekang, Asman SE, dan selanjutnya diserahkan kepada Asosiasi Petani Pulu Mandoti Enrekang.

Sertifikat itu bernomor pendaftaran IDG00000097. Sertifikat ditandatangani Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Dr Freddy Haris SH, LL.M, ACCS.

“Alhamdulillah, semoga membawa berkah dan kesejahteraan buat masyarakat, khususnya petani Pulu Mandoti di Enrekang,” kata Asman, setelah menerima sertifikat.

Dikatakan, dengan sertifikat tersebut maka Pulu Mandoti secara resmi dan paten diakui sebagai kekayaan hayati asal Enrekang.

“Jadi walaupun dibawa keluar daerah atau ditanam ditempat lain, namanya harus tetap Pulu Mandoti Enrekang,” jelas Asman.

Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan atau produk yang karena faktor lingkungan geografis sehingga memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu.

IG dimiliki oleh masyarakat penghasil produk khas wilayah. Kepemilikan IG tidak dapat diperjualbelikan dan berlaku selama ke-khasan produk masih terjaga.

Perlindungan IG diakui secara internasional dan tercantum dalam Trip`s Agreement dan WTO. “Muaranya adalah pengembangan agrowisata serta peningkatan kesejahteraan para petani,” tutur Asman.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Pemkab Enrekang atas keberhasilan mendapatkan sertifikat indikasi geografis tersebut.

Pulu Mandoti sendiri dikenal kekhasannya sebab hanya dapat tumbuh di Enrekang, khususnya di Desa Salukanan, Desa Kendenan, dan sekitarnya.

Beras jenis ketan ini juga memiliki aroma yang harum dan rasa yang khas. Harganya berbeda dengan beras umum yaitu sekitar Rp 40 ribuan per liter.(*)

Editor: redo

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *