ASA Gagas RPH Modern di Sinjai, 4 Kecamatan Jadi Kawasan Pengembangan Sapi Potong

Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa

SINJAI, LINISIAR.ID – Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), menetapkan empat kecamatan di Sinjai sebagai kawasan pengembangan sapi potong.

Empat kecamatan tersebut, masing-masing Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai Borong, Tellulimpoe dan Kecamatan Sinjai Timur.

“Empat kecamatan itu merupakan wilayah yang sebelumnya sudah kami tetapkan sebagai kawasan pengembangan sapi potong di Sinjai. Itu untuk mendukung langkah kami dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat pada sektor peternakan,” kata Andi Seto Asapa, Kamis (26/11/2020).

Menurut ASA, geliat peternakan sapi di empat kecamatan itu juga akan berperan dalam menyokong kebutuhan sapi potong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) modern yang akan dibangun tahun 2021 mendatang.

“Kami berencana membangun RPH bertandar internasional di Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan tahun depan (2021). RPH itu akan memproduksi daging beku, jadi kalau selama ini Sinjai hanya menyuplai sapi hidup ke luar kabupaten, ke depan kita ingin ada produksi daging beku juga untuk dijual ke luar daerah,” ucapnya.

Dijelaskan ASA, bahwa keberadaan RPH modern itu juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru. “Dengan RPH itu tenaga kerja baru akan terserap dan tentu kita harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak karena harga daging sapi potong lebih mahal dibandingkan sapinya dijual hidup,” ucapnya.

Ditambahkan ASA, bahwa kabupaten yang dinahkodainya sejak tahun 2018 lalu itu dikenal sebagai daerah penyuplai sapi potong ke sejumlah provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), seperti Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Kota Makassar, dengan jumlah sapi yang dikirim berkisar 3000 ekor per tahun.

“Pembeli sapi potong di Kalimantan Timur misalnya, itu sukanya beli sapi yang dari Sinjai, karena sapi dari peternak kami memang kualitasnya bagus-bagus, bebas penyakit karena ada pemeriksaan rutin sehingga dipastikan layak konsumsi,” beber ASA.

Karena itulah, lanjut alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu, potensi peternakan tersebut harus terus dibarengi dengan realisasi program-program prioritas pemerintah agar ekonomi warga Bumi Panrita Kitta semakin menggeliat.

“Potensi sapi potong ini harus dibarengi dengan program-program prioritas yang selaras dengan harapan agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar ASA, lalu menegaskan bahwa Inseminasi Buatan Plus adalah salah satu program unggulan yang dijalankan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai sejak dua tahun terakhir, berhasil mendongkrak populasi sapi potong di daerah ini.

Diketahui, populasi sapi potong di Sinjai kini mencapai 145 ribu ekor. Meningkat 28 persen dibandingkan tahun 2017 lalu, yakni 105 ribu ekor. Dengan begitu, ASA kian optimis untuk menjadikan Sinjai sebagai sentra sapi potong di KTI. (*)