MAKASSAR, LINISIAR.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU (Nahdlatul Ulama), Khofifah Indar Parawansa melantik Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Sulawesi Selatan dan enam Pimpinan Cabang (PC)di Sulsel, yaitu Kabupaten Takalar, Gowa, Luwu, Kota Palopo dan Kabupaten Wajo, di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM), Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Sulsel, Minggu (14/6).
Khusus untuk Sulsel, Prof Andi Majdah M Zain dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel, setelah kembali terpilih untuk periode 2013-2024. Yang menurut Khofifah, pelantikan PW Muslimat NU Sulsel ini merupakan pelantikan terakhir di 34 provinsi. “Kebetulan ada enam pengurus cabang yang belum dilantik, jadi sekalian,” ungkapnya.
Gubernur Jawa Timur ini menegaskan, dalam setiap pertemuan-pertemuan dirinya selalu menekankan empat persaudaraan yang bisa dibangun, yaitu ukhuwah insania adalah persaudaraan antara sesama warga, ukhuwa wathonia (Persaudaraan kebangsaan), dan unkhuwah islamiah, ukhuwah nahdliah (sesama elemen NU), dan ukhwah Islamiah (Persaudaraan sesama umat Islam).
“Jadi, saya menyampaikan wujud understanding diantara keberagaman yang ada harus dibangun dan saling kesepahaman dan juga harus dibangun wujud kepercayaan, yang satu dengan yang lain dan saling percaya serta wujud harus saling menghargai. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan keberagaman yang luar biasa harus kita bangun sebagai kekuatan NKRI,” urai Khofifah.
Dia pun mmengingatkan untuk tetap membnagu persaudaraan dalam proses apa pun, khususnya menghadapi agenda nasionall 14 Februari 2024 mendatang yaitu hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024.,
Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Andi Majdah mengatakan kegiatan tersebut sekaligus tempat bersilaturahmi, karena dihadiri banyak tokoh-tokoh NU Sulsel. Hanya saja, kegiatan yang tadinya direncanakan digelar di Balai Manunggal TNI Jenderal M Yusuf, di Jalan Jenderal Sudirman Makassar, batal digelar di sana, lantaran tahun ini, tahun politik, dan tempat itu harus netral.
“Sehingga harus digelar di rumah sendiri, di kampus UIM. Terima kasih Pak Rektor (Prof Muamar Bakry). Saya juga meminta maaf, karena sedianya yang hadir bisa mencapai 5.000 orang, tapi karena pindah tempat sehingga yang bisa hadir hanya 2.500 orang,” pungka Majdah. (**)












