1.680 Mahasiswa Untad Mulai Kuliah Sementara di Unhas

MAKASSAR, Linisiar.ID – Sebanyak 1.680 mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, akan memulai kuliah sementara atau “Sit In” di Universitas Hasanuddin, mulai Senin, 21 Oktober mendatang.

Mahasiswa korban bencana gempabumi di Sulawesi Tengah itu diterima resmi jajaran pemimpin Unhas, di Gelanggang Olahraga Unhas, Jumat (19/10/2018).

Rektor Unhas, Prof. Dwia Ariestena Pulubuhu menjelaskan, mahasiswa Untad yang Sit In ini, berstatus mahasiswa aktif dan tidak sementara cuti di kampus asalnya.

Mereka rata-rata adalah pengungsi yang menghindari adanya bencana susulan yang dapat mengancam keselamatan. Sehingga, memilih untuk kuliah sementara di Unhas yang prosesnya paling lama dua semester.

“Saya mengajak mahasiswa Tadulako untuk tetap kuat, tegar, dan semangat menjalani perkuliahan di perguruan,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Untad, Prof. Muhammad Amar mengucapkan terima kasih kepada pihak Unhas, atas kesediaan menerima mahasiswa asal Palu untuk kuliah sementara.

Ia mengatakan, terjangan gempa dan tsunami yang melanda Palu membuat sekitar 70 persen gedung dan kampus Untad rusak dan hancur.

“Namun demikian kita tidak bisa berdiam diri, dan menjadikan Untad bangkit lagi. Dan, insha Allah, mulai tanggal 5 November semua pelayanan di Untad akan dibuka lagi,” ujarnya.

Meski begitu, kata Amar, pihaknya mempersilakan mahasiswa Untad untuk tetap sit in paling minimal satu semester di Unhas. Kebijakan tersebut diambil di tengah proses “healing” yang akan dijalani mahasiswa Untad di Unhas.

Direktur Komunikasi dan Kepala Sekretariat Rektor Unhas Suharman Hamzah menambahkan, dalam pendaftaran dan pendataan awal, mahasiswa sit ini tersebut dilakukan pihak dosen.

Namun prosesnya berjalan kurang efektif, sehingga pihak sekretariat menerjunkan mahasiswa sukarelawan Unhas untuk mendata sekaligus berdialog dengan calon mahasiswa.

“Student volunteer inilah yang berbicara dari hati ke hati kepada mahasiswa dari Tadulako. Jadi mereka tidak diterima oleh saya atau dosen lain, tetapi diterima oleh sesama mahasiswa. Sehingga, jalur komunikasinya lebih gampang. Mereka terbuka, sehingga kami juga bisa memetakan kebutuhan-kebutuhan yang dipermasalahkan oleh adik-adik mahasiswa yang sit in,” jelas Suharman.

Lebih lanjut, Suharman menjelaskan, mulai hari Senin, Unhas akan mengupayakan pembagian kartu mahasiswa sementara kepada mahasiswa Untad. Dengan kartu tersebut, para mahasiswa yang sit in bisa bebas mengakses semua fasilitas yang tersedia di Unhas.

Selain mengikuti kuliah di kelas, mahasiswa asal Tadulako, kata Suharman, akan mengikuti proses healing yang akan mendapat pendampingan psikologis dari Pusat Bimbingan dan Konseling (PBK). Mereka juga akan saling berkomunikasi dengan mahasiswa volunteer yang siap mendamping mereka jika ada yang ingin ditanyakan tentang Unhas.