JAKARTA, LINISIAR.ID – Sebanyak 1.009 satuan pendidikan di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) terdampak banjir besar yang melanda tiga provinsi tersebut.
Kerusakan terjadi pada 310 sekolah di Aceh, 385 sekolah di Sumut, dan 314 sekolah di Sumbar. Gangguan aktivitas belajar semakin diperparah oleh putusnya akses transportasi dan telekomunikasi selama lima hari setelah banjir.
Di Aceh, dampak meliputi 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB. Sementara di Sumut, terdampak 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Adapun di Sumbar terdapat 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan kegiatan belajar tetap dapat berlangsung.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ujarnya di Jawa Timur, Sabtu (29/11).
Sebagai langkah tanggap darurat, Kemendikdasmen telah mendirikan tenda ruang kelas sementara dan mengalokasikan lebih dari Rp4 miliar untuk bantuan tahap pertama. Selain itu, kementerian menggalang bantuan internal guna memenuhi kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pendataan kebutuhan masih berlangsung.
“Kami menunggu info datanya, jika sudah, ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ujarnya di Jakarta.
Bantuan yang disiapkan meliputi 126 tenda ruang kelas darurat, 10.200 paket perlengkapan belajar siswa (school kit), bantuan peningkatan mutu pembelajaran senilai Rp25 juta per voucher, bantuan operasional SPAB, serta dua paket dukungan psikososial.
Selain itu, kementerian tengah menyiapkan pengadaan 20.000 buku teks, 15.000 buku nonteks, serta 50.000 eksemplar tambahan untuk pemulihan pembelajaran.
Kemendikdasmen juga membentuk grup koordinasi tiap provinsi, mendata kebutuhan lanjutan, serta menyiapkan kanal donasi melalui QRIS dan rekening Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mempermudah penyaluran bantuan masyarakat.
BNPB Percepat Distribusi Bantuan ke Aceh
Di sisi lain, BNPB mempercepat distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara menuju beberapa wilayah di Aceh. Pengiriman dilakukan dari dua titik utama, yakni Banda Aceh dan Medan.
Untuk wilayah yang jalur daratnya terputus, distribusi dilakukan melalui laut menggunakan kapal Express Bahari menuju Lhokseumawe, Langsa, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang pada Sabtu (29/11).
Sementara untuk daerah yang belum dapat dijangkau darat maupun laut, BNPB mengerahkan pesawat Caravan dan helikopter milik TNI AU, TNI AL, TNI AD, serta dua helikopter BNPB.
Melalui jalur darat, pengiriman lebih dulu diberangkatkan pada Jumat (28/11) ke Pidie Jaya, Pidie, Bireun, Aceh Besar, dan Aceh Barat.
Bantuan yang disalurkan mencakup 200 paket sembako, 200 makanan siap saji, 100 hygiene kit, 200 kasur lipat, 100 alat kebersihan, 100 selimut, dan 100 matras. Peralatan pendukung seperti starlink, genset, dan perahu LCR juga dikirimkan ke beberapa titik terdampak.
Distribusi bantuan masih terus berlangsung melalui berbagai jalur untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan sekolah terdampak dapat segera terpenuhi.












