Warga Dukung Rencana Pembangunan Bendungan Sungai Lamole

SINJAI,linisiar.id – Rencana pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai untuk membangun sebuah bendungan di Sungai Lamole, Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Buluppodo disambut gembira oleh warga setempat.

Appa, salah satu warga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemkab Sinjai, khususnya Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) yang akan mewujudkan impian warga selama ini.

Menurut Appa, bendungan ini ialah inisiasi dirinya dan warga. Tepatnya 14 tahun silam. Bahkan katanya, pada waktu itu pernah di janji untuk pembangunan bendungan ini.

“Terima kasih Pak Bupati karena sudah ada rencana pembangunan bendungan di Sungai Lamole ini, padahal sejak 2007 kami inisiasi agar dibangun bendungan disini,” pungkasnya, Rabu (13/1/2021).

Oleh karena itu Appa mengaku siap menghibahkan lahan atau tanah miliknya yang dibutuhkan Pemkab Sinjai untuk pembangunan bendungan di Sungai Lamole itu.

“Saya siap, karena sawah disini kadang kekeringan apalagi kalau musim kemarau melanda,’ tandasnya.

Lokasi rencana pembangunan bendungan Sungai Lamole yang diproyeksikan bakal mengairi 200 hektare sawah itu telah ditinjau Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA).

Dalam kesempatan ini, Bupati ASA mengapresiasi warga yang telah bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan bendungan Sungai Lamole, demi kepentingan masyarakat umum.

“Alhamdulillah beliau (Appa Red) selain menginisiasi bendungan ini juga memberikan sebagian besar lahannya, beliau secara sukarela tadi menyampaikan akan membebaskan kepada pemda demi kepentingan masyarakat secara umum di kecamatan Bulupoddo. Terima kasih, beliau menjadi contoh bagaimana masyarakat Sinjai betul-betul mengutamakan kepentingan bersama,” ucap ASA.

Tidak hanya memasok air untuk area persawahan, namun bendungan ini diproyeksikan juga mampu memasok air bersih untuk kebutuhan masyarakat Bulupoddo.

Dengan selesainya bendungan ini nanti, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan bisa mensejahterakan petani seperti harapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, lantaran pasokan air terpenuhi sehingga panen bisa dilakukan dua hingga tiga kali setahun. (*)