MAKASSAR, LINISIAR.ID – Pengguna Jalan Hertasning kini dapat melintas dengan rasa lebih aman dan nyaman. Hasil uji lapangan menunjukkan ketebalan lapisan aspal di ruas tersebut telah memenuhi bahkan melampaui standar teknis yang dipersyaratkan.
Kepastian itu muncul setelah Ketua dan anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan bersama tim teknis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan pengecekan langsung pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam kunjungan kedua tersebut, para anggota dewan melakukan uji petik ketebalan aspal di sejumlah titik yang sebelumnya menjadi sorotan publik.
Sehari sebelumnya, Rabu (4/3), DPRD Sulsel menyoroti peningkatan jalan yang dinilai hanya mencapai 4 sentimeter (cm) dan disebut telah selesai. Untuk memastikan kondisi riil di lapangan, pengukuran ulang pun dilakukan.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN. Ahmad Wildani, menjelaskan bahwa pengukuran terbaru memperlihatkan ketebalan rata-rata lapisan aspal sudah memenuhi bahkan melampaui standar minimal.
“Setelah kunjungan pertama kemarin, sekarang kunjungan kedua. Mungkin saat itu belum mendapat penjelasan yang komprehensif di lapangan,” ujar Ahmad Wildani.
Ia menegaskan, anggota dewan bersama tim teknis langsung melakukan uji ketebalan di lokasi.
“Jadi hari ini dicek ketebalan. Posisi tadi sudah dicek dan ketebalan rata-rata memenuhi syarat bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan,” jelas Dani, sapaan Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel.
Untuk lapisan AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course), Spesifikasi Umum Bina Marga memang menetapkan tebal 4 cm sebagai standar lapis aus atau permukaan dalam pekerjaan overlay jalan.
Dibanding lapisan di bawahnya, AC-WC memiliki komposisi agregat halus dan kadar aspal sedikit lebih tinggi.
Lapisan teratas ini dirancang menahan beban lalu lintas sekaligus menghasilkan permukaan yang lebih rapat, kedap air, dan halus saat dilalui kendaraan.
Tim melakukan pengujian melalui metode uji petik di beberapa titik pada ruas jalan yang tengah dipreservasi sepanjang sekitar 1,8 kilometer.
Setelah hasil sampel menunjukkan ketebalan sesuai standar, pengujian tidak dilanjutkan ke titik lain karena dinilai telah mewakili kondisi keseluruhan.
“Anggota dewan melaksanakan uji petik. Karena hasilnya dirasa cukup, sehingga tidak dilanjutkan ke sampel lainnya. Secara mayor sudah didapatkan ketebalannya,” kata Dani.
Dalam kegiatan itu hadir pula PPTK, tim teknis, serta laboratorium provinsi yang mendukung proses pengujian di lapangan.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar juga mengakui ketebalan aspal yang diperiksa telah memenuhi persyaratan teknis.
Selain meninjau Jalan Hertasning, anggota DPRD Sulsel turut menanyakan progres pengerjaan Jalan Aroepala yang masuk dalam program preservasi jalan.
Dani menjelaskan, pengerjaan di lokasi tersebut masih menunggu tahap pabrikasi saluran beton pracetak atau U-Ditch. Metode kerja dilakukan bertahap untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
“Jalan Aroepala saat ini menunggu tahap pabrikasi U-Ditch atau saluran. Karena metodenya nanti kalau sudah ada baru kita melakukan pembongkaran saluran,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembongkaran saluran tanpa pemasangan pengganti dalam waktu lama berisiko menghambat arus kendaraan.
“Kalau terlalu lama terbongkar, dikhawatirkan akan berdampak pada lalu lintas yang bisa menjadi terhambat atau macet,” katanya.
Karena itu, Pemprov Sulsel memutuskan pembongkaran dilakukan setelah seluruh komponen U-Ditch tersedia di lokasi.
“Pertimbangannya kalau U-Ditch sudah lengkap baru kita lanjutkan pekerjaan di Jalan Aroepala, dimulai dengan pembongkaran saluran,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya memastikan setiap pekerjaan infrastruktur jalan berjalan sesuai standar teknis.
Melalui pengawasan lapangan, uji teknis, serta keterlibatan DPRD dalam pengecekan, kualitas pembangunan diharapkan tetap terjaga sekaligus memberi kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan.












