Tiga Cara Adnan-Kio Jadikan Gowa Menuju Lumbung Pangan

GOWA, Linisiar.id – Sektor pertanian masih menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gowa. Tak salah, jika sektor ini menjadi program utama Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Mallagani Karaeng Kio.

Berdasarkan data yang ada di visi-misi Adnan-Kio, sektor pertanian adalah penyumbang terbesar PDRB ADHB Tahun 2019, sebesar 27,01 persen.

Kedepannya, Adnan-Kio ingin agar Kabupaten Gowa tetap menjadi daerah surplus pangan, bahkan menjadi penyuplai ke daerah lainnya.

Ada beberapa langkah yang akan ditempuh. Pertama, kata Adnan, dengan memperkenalkan dan mengembangkan teknologi pertanian.

“Sehingga produktivitas pertanian meningkat, kualitasnya meningkat. Maka ini akan berbanding lurus dengan pendapatan petani yang makin meningkat,” katanya.

Kedua, yakni dengan meningkatkan pemberian bantuan pupuk dan bibit kepada seluruh petani yang ada di wilayah Gowa. Baik itu bentuknya subsidi maupun bantuan secara cuma-cuma.

“Dengan begini, hasil pertanian bisa melimpah, dan insya Allah sekaligus ikut menyejahterakan para petani,” terang Ketua PMI Sulsel itu.

Ketiga, mempertahankan lahan pertanian yang ada di Gowa. Meski, tak dipungkiri minat hunian di kabupaten yang bertetangga dengan Makassar ini juga semakin meningkat. “Kita pertahankan 28 ribu hektar lahan pertanian yang ada. Bahkan kita kembangkan,” demikian Adnan.

Sebagai gambaran, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, ada beberapa produksi pertanian yang menjadi andalan.

Seperti produksi beras di Kabupaten Gowa yang terus meningkat tiap tahunnya. Tiap tahun capaian produksi padi mengalami peningkatan, bahkan mengalami surplus pangan dan menyuplai kebutuhan pangan daerah lainnya.

Pada tahun 2019, produksi beras meningkat sebesar 2,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mengalami surplus sebesar 101.647 ton.

Begitu juga dengan produksi holtikultura jenis sayuran. Terjadi peningkatan produksi 0,33 persen pada tahun 2019 dibanding tahun 2018 dan mengalami surplus sebesar 345.545 ton. (*)