Minggu, Juni 13, 2021

Surat Edaran Walikota Palopo Bolehkan Shalat Idul Fitri di Lapangan, Khutbah Paling Lama 20 Menit  

Populer

Palopo, Linisiar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo menerbitkan Surat Edaran Nomor: 451 / 157 / Kesra /V/ 2021 tentang panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri tahun 1442 H /2021 M saat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Palopo.

Surat edaran itu ditandatangani oleh Walikota Palopo, Drs. HM Judas Amir, MH pada Jumat, 7 Mei 2021.

Surat Edaran Walikota Palopo ini sebagai tindaklanjut Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor: SE. 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di Saat Pandemi Covid-19, serta dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M.

Poin-poin penting Surat Edaran Walikota Palopo sebagai berikut:

  1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua Masjid dan Mushallah dengan ketentuan sebagai berikut :
  2. Dilaksanakan secara terbatas maksimal 10% dari kapasitas masjid dan mushalah, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
  3. Kegiatan Takbir Keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.
  4. Berdasarkan Peta Zonasi Resiko Covid-19 Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan Per 02 Mei 2021, maka Kota Palopo termasuk sebagai Zona Kuning (sumber: http://covid 19.go.id/peta-resiko).

Oleh karena itu pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat diadakan di masjid, lapangan, atau tempat lain yang dianggap representatif.

  1. Dalam hal shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid atau di lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:
  2. Shalat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun shalat dan khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat (paling lama 20 menit) dengan tetap memenuhi rukun khutbah;
  3. Jamaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jamaah;
  4. Panitia Shalat Idul Fitri dianjurkan memakai alat pengecek suhu (thermogun) dalam rangka memastikan jamaah yang hadir dalam kondisi sehat;
  5. Seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan panitia menyiapkan masker cadangan untuk dibagikan kepada jamaah yang tidak menggunakan masker;
  6. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan untuk tidak menghadiri Shalat Idul Fitri di masjid, lapangan atau tempat lainnya;
  7. Seusai pelaksanaan Shalat Idul Fitri jamaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.
  8. Camat dan Lurah agar berkoordinasi dengan pihak terkait dan segera melaporkan tempat/lokasi pelaksanaan shalat Id ke Walikota cq. Bagian Kesra Setda Kota Palopo;
  9. Silaturrahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya boleh dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open Housel Halal bihalal baik di lingkungan kantor atau komunitas.

Surat Edaran Walikota Palopo ini ditujukan kepada para Camat dan Lurah Se-Kota Palopo, Para Pengurus Masjid se-Kota Palopo, dan Para Muballigh/Muballighah se-Kota Palopo. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru