Sosialisasi di Batubessi, Aska Mappe Klarifikasi Tudingan Pemalsuan Dokumen

BARRU, Linisiar.id – Kurang dari sebulan pencoblosan pada Pilkada Barru 2020 yakni 9 Desember, dukungan kepada pasangan Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK) terus mengalir dan tidak terbendung.

Karenanya, setiap sosialisasi kampaye program visi misi SS-AK selalu dipadati loyalis dan pendukung.

Terbaru sosialisasi Aska Mappe di Batubessi, Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru, Minggu (22/11/2020).

Dalam kesempatan itu, Aska memaparkan program unggulan pasangan SS-AK terutama untuk pertanian kepada warga yang notabene juga mayoritas petani.

Selain itu, Aska Mappe mengklarifikasi tudingan rival atas berkas pencalonannya yang dianggap fiktif.

Sambil menjelaskan, purnawirawan polisi itu mengeluarkan fotocopy Surat Keputusan (SK) pengunduran dirinya sebagai bukti bahwa dia tidak pernah mencoba melanggar hukum.

“Saya ini mantan penegak hukum, maka tidak mungkin saya mau permainkan hukum. Sejak puluhan tahun menjadi pengayom masyarakat, saya tidak pernah sedetik pun ada maksud bermain-main dengan hukum,” kata Aska.

Ia mengaku jika selama ini dirinya diam bukan karena tidak ingin berkomentar. Tapi, kata dia, dirinya ingin memberikan klarifikasi secara resmi dan elegan bukan dengan melakukan aksi demonstrasi.

“Saya didemo tiap hari, dituding melakukan pemalsuan dokumen. Saya diam bukan berarti saya tidak mau berkomentar, namun saya merasa benar dan hanya mau mengklarifikasi secara resmi dan elegan bukan cara tidak etis seperti yang mereka lakukan,” jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat Batubessi, M. Zainal Arifin mengatakan bahwa mayoritas penduduk Batubessi bergantung pada sektor pertanian.

Karena itu, kata dia, pasangan nomor urut dua ini memiliki program unggulan yang salah satunya support kepada petani.

“Kami mengenal tokoh ini sangat bermasyarakat dan turun langsung ke masayarakat, sehingga dengan sifat kesederhanaannya beliau mudah ditemui dan responsif atas segala keluhan warga, sebagaimana yang telah dilakukan Pak Suardi di periode pertamanya” kata Zainal.

Terkait tudingan lawan yang diarahkan kepada Aska, Zainal mengaku tidak percaya isu tersebut. Ia menilai bahwa Aska Mappe yang puluhan tahun berdinas di kepolisian, tidak mungkin memberikan contoh yang tidak benar kepada masyarakat Kota Barru yang pernah dipimpinnya.

“Saya sudah lama mengenal Pak Aska. Beliau salah satu tokoh yang kami kenal dari Tanete yang memiliki sifat merakyat,” katanya.

“Selama beliau menjabat di Barru selaku polisi, kami selalu didatangi mendengarkan keluhan masyarakat, sehingga beliau takkan kaku ketika menjadi wakil bupati kelak. Makanya kami juga tidak percaya isu yang beredar itu,” pungkasnya. (*)